Terlupa

Adalah hamba yang baik, ketika sadar akan perannya. Adalah lelaki yang baik ketika dia sadar akan perannya. Untuk beribadah kepadaNya, berdakwah dan menyiapkan generasi mendatang yang soleh. Sungguh sangat beruntung yang akhirnya dia akan melakukan langkah-langkah menuju ke situ, karena ternyata sadar saja tidak cukp.

Pernah kita dengar atau bahkan diri kita sendiri bertanya-tanya, kenapa aku merasa iman ini sangat lemah, malas dan sering meremehkan dalam beberapa ibadah. Apa sebenarnya penyebabnya? atau kita dengar ungkapan kehairanan orang yang berada di sekitar kita, dia kan ikhwah, dia kan murabbi, tapi  tingkah laku dan perilakunya yang nampak berbeza secara signifikan, berbeza secara hakiki dengan keyakinan dan keistiqomahan mereka dalam beragama.

Ketika kita mulai berkomitmen dengan agama Allah baik dalam perilaku dan kata-kata, ternyata kadang kita lupa memperhatikan hati dan tidak mau mengubati penyakit dan bencana yang bersarang di dalamnya. Inilah yang mungkin menyebabkan orang kehairanan kerana tindakan yang tak sesuai dengan kata-kata yang disebabkan kejelekan yang nampak darinya. Lalainya para dai untuk memperbaiki jiwa. Sehingga sekali waktu, tampak pada mereka beberapa sikap yang berbeza dengan dakwah yang ia sampaikan kepada manusia. Inilah sebab manusia tidak menerima mereka.

Korelasinya tinggi memang antara dorongan hati, tingkah laku dengan hakikat keislaman. Salah satu tidak berjalan maka tidak akan mengekspresikan hakikat keislaman. Harus ada keselarasan. Kalau bukan kerana mendesaknya keselaran tersebut, tentu jihad dan pengorbanan tak akan berarti dalam Islam.

Taubatannasuha, sungguh-sungguh bertaubat kepadaNya. Kerana kita sendiri sadar bahawa perjuangan untuk melepaskan dan menghindari maksiat. Maka sesungguhnya meminta ampunan, koreksi akan berperana. Tidak ada dosa kecil ketika dilakukan terus menerus dan tidak ada dosa besar jika diiringi dengan istighfar. Kalau kita merasa diawasi terus oleh Allah dan kita selalu muhasabah, mengintrospeksi diri maka ini tidak akan terjadi. Juga pernyataan perang kita melawan nafsu, mengharamkan hal-hal yang bisa menjerumuskan dalam perkara haram dan membuat lalai kepadaNya.

Beruntunglah orang-orang yang senantiasa mensucikan jiwa dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. Ketika kita beribadah sebaik mungkin, ketika kita menjaga seluruh anggota badan, ketika zuhud dengan agama, ketika ingat akan kematian dan memikirkan akhirat, semangat belajar agama, banyak membaca Al-Quran, dzikir, amalan-amalan sunah dan tak ada waktu yang sia-sia. Subhanallah kalau kita melakukan itu.

Kita tidak ingin dikatakan perilaku tak sesuai dengan kata-kata? Sebab hati akan terus terbentuk dengan terus berjalannya managemen hati itu sendiri. Perasaan akan pengawasan Allah hingga mampu mendorong untuk meluruskan perbuatannya dan memperbaiki niatnya.

 

Advertisements

1 Komen »

  1. talidha Said:

    Benar…
    Terkadang kita..Signifikan antra Prilaku, hati dan pikiran
    Ayo berubah jgn NATO


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: