Archive for Perkongsian

Terlupa

Adalah hamba yang baik, ketika sadar akan perannya. Adalah lelaki yang baik ketika dia sadar akan perannya. Untuk beribadah kepadaNya, berdakwah dan menyiapkan generasi mendatang yang soleh. Sungguh sangat beruntung yang akhirnya dia akan melakukan langkah-langkah menuju ke situ, karena ternyata sadar saja tidak cukp.

Pernah kita dengar atau bahkan diri kita sendiri bertanya-tanya, kenapa aku merasa iman ini sangat lemah, malas dan sering meremehkan dalam beberapa ibadah. Apa sebenarnya penyebabnya? atau kita dengar ungkapan kehairanan orang yang berada di sekitar kita, dia kan ikhwah, dia kan murabbi, tapi  tingkah laku dan perilakunya yang nampak berbeza secara signifikan, berbeza secara hakiki dengan keyakinan dan keistiqomahan mereka dalam beragama.

Ketika kita mulai berkomitmen dengan agama Allah baik dalam perilaku dan kata-kata, ternyata kadang kita lupa memperhatikan hati dan tidak mau mengubati penyakit dan bencana yang bersarang di dalamnya. Inilah yang mungkin menyebabkan orang kehairanan kerana tindakan yang tak sesuai dengan kata-kata yang disebabkan kejelekan yang nampak darinya. Lalainya para dai untuk memperbaiki jiwa. Sehingga sekali waktu, tampak pada mereka beberapa sikap yang berbeza dengan dakwah yang ia sampaikan kepada manusia. Inilah sebab manusia tidak menerima mereka.

Korelasinya tinggi memang antara dorongan hati, tingkah laku dengan hakikat keislaman. Salah satu tidak berjalan maka tidak akan mengekspresikan hakikat keislaman. Harus ada keselarasan. Kalau bukan kerana mendesaknya keselaran tersebut, tentu jihad dan pengorbanan tak akan berarti dalam Islam.

Taubatannasuha, sungguh-sungguh bertaubat kepadaNya. Kerana kita sendiri sadar bahawa perjuangan untuk melepaskan dan menghindari maksiat. Maka sesungguhnya meminta ampunan, koreksi akan berperana. Tidak ada dosa kecil ketika dilakukan terus menerus dan tidak ada dosa besar jika diiringi dengan istighfar. Kalau kita merasa diawasi terus oleh Allah dan kita selalu muhasabah, mengintrospeksi diri maka ini tidak akan terjadi. Juga pernyataan perang kita melawan nafsu, mengharamkan hal-hal yang bisa menjerumuskan dalam perkara haram dan membuat lalai kepadaNya.

Beruntunglah orang-orang yang senantiasa mensucikan jiwa dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. Ketika kita beribadah sebaik mungkin, ketika kita menjaga seluruh anggota badan, ketika zuhud dengan agama, ketika ingat akan kematian dan memikirkan akhirat, semangat belajar agama, banyak membaca Al-Quran, dzikir, amalan-amalan sunah dan tak ada waktu yang sia-sia. Subhanallah kalau kita melakukan itu.

Kita tidak ingin dikatakan perilaku tak sesuai dengan kata-kata? Sebab hati akan terus terbentuk dengan terus berjalannya managemen hati itu sendiri. Perasaan akan pengawasan Allah hingga mampu mendorong untuk meluruskan perbuatannya dan memperbaiki niatnya.

 

Advertisements

Cerpen terbaik

-tengok, copy, edit , paste

Siapa kata aku nak tulis cerpen terbaik kali ini?
Kita sedang sibuk betul!
Sibuk!
Sibuk!
Dan sibuk….!
Tidak ada masa nak tulis apa-apa pun!

Kadang2 terfikir juga…?
Kita sibukkan apa nie?!
Apa yang kita sibukkan sangat nie!?

Sibuk terlalu mencari duit?
Sibuk terlalu mengejar kemewahan hidup?
Sibuk terlalu pentingkan diri sendiri?
Sibuk terlalu takutkan miskin?
Hai….!?

Apa akan jadi…jika secara tiba2 kita pun mati pada esok harinya..???

Mati yang nendadak!?….secara tiba-tiba?

Apakah yang akan terjadi?

Haaaaiiii…!

 

Iman, awak bercuti ker?

recycle-iman.jpg

Iman : Assalamualaikum, bos

Diri : Waalaikumussalam wbt.lama tak nampak awak.Awak cuti ker?

Iman : Taklah, jabatan kami rasa tuan tak memerlukan kami lagi..

Diri : Laa..kenapa pulak awak cakap camtu? pentadbiran diri saya berterabur sekarang bila jabatan kau takde..

Iman : Takdelah, kami lihat banyak pekerja tambahan tuan ambil.VCD,SMS,TV..jadi kami rasa terpinggir

Diri : Entahlah, waktu cuti sebulan ni saya tak pernah menggaji mereka.Tapi mereka terlalu rajin buat kerja, bekerja tanpa gaji,tapi banyak gak duit saya habisentah ar

Iman : Tu sebab, kami agak rasa tuan memencilkan kami. Al Quran, Zikir, mathurat, solat Malam tak boleh bekerja dengan mereka..kami memang tak boleh bercampur dengan mereka..

Diri : Saya tak pernah minta kau bercuti

Iman : Bagaimana kami ingin bekerja sedangkan tuan sudah punya pekerja tambahan? Saya lihat mereka buat tuan gembira..

Diri : Argh, gembira apanya..Berterabur kerja kat pejabat tu!!Tolonglah, bekerjalah dengan saya kembali

Iman ; Kami sememangnya sudah berkhidmat dengan tuan dari tuan di dalam rahim ibu tuan lagi. Tapi, tuan kadang-kadang mengabaikan kami. Tuan sediakan makanan untuk bos pekerja tambahan, En Dosa, tapi kami, tuan tak sediakan makanan. Kebajikan kami tak terjaga

Diri : Maafkan aku. kembalilah bekerja dengan saya. Saya janji kebajikan kamu semua saya jaga,En Iman.

Iman : Tuan boleh berjanji, tapi CEO kita akan memantau tuan, Dialah Allah.Tuan takkan tak takut menabur janji tapi melupakannya?

Diri : Janganlah menyalahkan saya.

Iman : Tuan perlu sedar, kami hanya bekerja di dalam syarikat yang bersih, dan amanah..Bukanlah saya nak memandang rendah pada jabatan baru En Dosa, tp kami tidak suka cara mereka bekerja. mereka meminggirkan kami

Diri : Dah awak tak melawan?

Iman : Tuan, bagaimana kami ingin menang? Kami terlalu lemah, sedikit pula tu, kebajikan kami langsung tuan tak jaga..Sedangkan kami tidak pernah meminta gaji dari tuan.Cuma kami minta disediakan ruang yang bersih dan amanah untuk kami bekerja. salahkah kami meminta yg sedikit?

Diri : Mereka kadang-kadang lebih menggembirakan saya

Iman : Kalau begitu maafkan kami. Tak dapat rasanya kami bekerja untuk tuan lagi.Tuan perlu memberi kebajikan kepada mereka.Siapalah kami..

Diri : Ehh, jangan..Bekerjalah dengan saya

Iman : Buanglah pekerja itu..Mereka meminta-minta dari tuan.Tuan perlu berhabis jutaan ringgit untuk mereka. Sedangkan kami, percuma khidmat kami

Diri : Aduh, mereka pekerja yang menggembirakan saya.Memang kamu percuma, tapi kamu kadang-kadang bising, ini tak boleh, itu tak boleh..saya rimas

Iman : (senyum sinis)..Maafkan kami tuan..kami minta diri dulu..tak perlulah kami berkhidmat dengan tuan kalau begitu..Kalau tuan perlukan kami, kami sentiasa di sisi..Tuan jangan risau, kami maafkan tuan..

Diri : Jangan pergi..saya sanggup pecat En Dosa..dan ahli jawatankuasanya, vcd, majalah yang melalaikan, dan sbagainya

Iman : Tuan betul-betul sanggup?Diri : Ya, saya kelam kabut sekarang..Tak tenang,management berterabur..

Iman : Alhamdulillah..kami free of charge..Tuan takkan rugi, sebaliknya tuan beruntung besar..Silap hari bulan, CEO, Allah kita akan naikkan tuan ke pangkat yang lebih tinggi

Diri : Terima kasih..=)Panggillah ajk kamu bekerja semula. En Iman, saya akan jaga kebajikan kamu, panggillah En mathurat, En Zikir, En Solat,dan semua ahli jabatan akamu ya?

Iman : Alhamdulillah.Moga keuntungan tuan bergada-ganda tahun ini dan seterusnya

Diri : Terima kasih pegawai kewanganku .

 

http://www.raudhah.net

hATi seORang AyaH

ayah.jpg

ambik dr member

Suatu ketika, ada seorang anak perempuan yang bertanya kepada ayahnya, Tatkala tanpa sengaja dia melihat ayahnya sedang mengusap wajahnya
Yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbongkok-bongkok, Disertai suara batuk-batuknya.

Anak perempuan itu bertanya pada ayahnya
“Ayah, mengapa wajah ayah kian berkerut-merut dengan badan ayah yang kian hari kian membongkok ?”Demikian pertanyaannya, ketika ayahnya sedang berehat di beranda.

Si ayah menjawab : “Sebab aku lelaki.”

Anak perempuan itu berkata sendirian : “Aku tidak mengerti”.
Dengan kerut-kening kerana jawapan ayahnya membuatnya termenung rasa kebingungan.

Ayah hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anaknya itu,
terus menepuk-nepuk bahunya, kemudian si ayah mengatakan
“Anakku, kamu memang belum mengerti tentang lelaki.”
Demikian bisik Si ayah, yang membuat anaknya itu bertambah kebingungan.

Kerana perasaan ingin tahu, kemudian si anak itu mendapatkan ibunya lalu bertanya kepada ibunya.
“Ibu, mengapa wajah Ayah jadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian membongkok? Dan sepertinya ayah menjadi demikian tanpa ada
keluhan dan rasa sakit?”

Ibunya menjawab:
“Anakku, jika seorang lelaki yang benar-benar bertanggungjawab terhadap
keluarga itu memang akan demikian.”

Hanya itu jawapan si ibu. Si anak itupun kemudian membesar dan menjadi dewasa, tetapi dia tetap juga kasih tercari-cari jawapan, mengapa wajah
ayahnya yang tampan menjadi berkerut-merut dan badannya menjadi membongkok?

Hingga pada suatu malam, dia bermimpi. Di dalam impian itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimah sebagai
jawapan rasa kebingungannya selama ini.

“Saat Ku-ciptakan lelaki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan berusaha untuk menahan setiap hujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindung.”

“Ku ciptakan bahunya yang kuat dan berotot untuk membanting-tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat
pula untuk melindungi seluruh keluarganya.”

“Ku berikan kemahuan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari titisan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapat cercaan dari anak-anaknya”.

“Ku berikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat
panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan dan kesejukan kerana tersiram hujan dan dihembus angin, dia relakan tenaga perkasanya dicurahkan demi keluarganya, dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih-payahnya.”

“Kuberikan kesabaran, ketekunan serta kesungguhan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan
kerapkali menyerangnya”.

“Ku berikan perasaan cekal dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam suasana dan situasi apapun
juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai hatinya.Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat di mana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknyaagar selalu saling menyayangi dan saling mengasihi sesama saudara.”

“Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengertian dan kesedaran terhadap anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang, walaupun seringkali ditentang bahkan dikotak-katikkan oleh anak-
anaknya.”

“Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyedarkan, bahawa isteri yang baik adalah isteri yang setia terhadap suaminya, isteri yang baik adalah isteri yang senantiasa menemani, dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka mahupun duka,walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan
menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada isteri, agar tetap berdiri, bertahan, sepadan dan saling melengkapi serta saling menyayangi.”

“Ku berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahawa lelaki itu senantiasa berusaha sekuat daya fikirnya untuk mencari dan
menemukan cara agar keluarganya dapat hidup didalam keluarga bahagia dan badannya yang terbongkok agar dapat membuktikan, bahawa sebagai lelaki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha
mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, kesungguhannya demi kelanjutan hidup keluarganya.”

“Ku berikan kepada lelaki tanggungjawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga (seri/penyokong), agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh lelaki, walaupun
sebenarnya tanggungjawab ini adalah amanah di dunia dan akhirat.”

Terkejut si anak dari tidurnya dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik ayahnya yang sedang berdoa, ketika ayahnya berdiri si anak itu menggenggam dan mencium telapak tangan ayahnya.

“Aku mendengar dan merasakan bebanmu, ayah.”

Setia Seorang Sahabat Di Malam Raya

bestfriend.gif

just copy n paste

Pejam celik, pejam celik je dah nak raya. Dah lama aku tak balik
kampung.Rasanya dah dekat
lima tahun sejak aku sambung belajar ke luar
negara.Tahun ni, dapat gak aku beraya di kampung, jumpa mak abah dan
adik-adik kawan-kawan yang dah lama hilang tanpa khabar berita. Apa cerita
Naim ye?Dah lama aku tak contact dia. Kalau jumpa mesti dia marah gile kat
aku pasal aku tak reti-reti nak hantar
surat kat dia. Dulu masa kecik main sama-sama.Bila dah belajar… lupa kawan! Raiz senyum sendirian. Terkenang
zaman riang kanak-kanaknya bersama Naim.
Bas yang terhenyak-henyak dek
jalan yang berlubang terasa bagai membuai sambil melayan kenangan. Mesti semua orang terkejut dengan kepulangannya. Mesti ramai membernya kempung menyesal kerana mengejek dia dahulu. Maklumlah dulu Raiz ”nerd”! Selalu kena buli. Naimlah yang selalu jadi ”bodyguard”nya. Tapi sejak belajar di luar negara, dia dah berubah. Jadi kacak dan pandai bergaya. Naim juga mesti terlopong
melihat perubahan dirinya. Bas yang membawa Raiz dari pekan tadi berhenti di bahu jalan. Untuk sampai ke rumah, Raiz kena berjalan kaki hampir sepuluh minit. Ketika turun dari bas, Raiz lihat ada seseorang duduk mencangkung di bawah tiang lampu. Seakan macam dikenalinya orang itu. Raiz menghampiri. Orang itu terkebil-kebil memandangnya sambil menggigit anak kemuncut. “Wey! Siut! Aku ingat orang darat mana tadi! Engkau rupanya! Apa kau buat
tepi jalan malam-malam camni?” Razi bersuara sambil memeluk Naim yang
terkekeh-kekeh ketawa. “Aku tunggu kau baliklah! Wah! Orang
UK! Balik Malaysia jadi camni kau yek.. hensem nampak?” Naim menepuk-nepuk bahu Raiz. Kegembiraan jelas terbayang diwajahnya. “Biasa la! zaman bersedar, manusia pun kena berubah! Mana kau tau aku nak balik?” Naim tidak menjawab soalan Raiz, cuma tersengih-sengih. Raiz memerhatikan Naim dari atas hingga ke bawah. Ada perubahan ketara pada sahabatnya. Nampak berserabut, selekeh dan kakinya sedikit tempang. “Apa kena dengan kau ni? Apasal kaki kau tu? Lagi satu aku tengok kau ni macam ada masalah je…” tegur Raiz.
Naim kelihatan murung.
“Aku memang ada masalah pun. Eh! kau ni terus balik
rumah ke?” Naim mengubah topik.
“Cadangnya gitulah!”
Ala! singgahlah rumah aku dulu! Aku dah lama tak borak dengan kau. Banyak
benda aku nak cerita. Bukan senang aku nak jumpa kau!” pujuk Naim lalu menarik tangan Raiz, dan tanpa membantah, Raiz mengikut sahaja.
“Tak apalah, malam ni aku temankan Naim! Pagi esok aku balik la!
boleh terus siap untuk sembahyang raya!” kata Raiz dalam hati.
“Eh? Kau duduk sorang je ke? Mana mak ayah kau? Raiz kehairanan apabila
mendapati suasana rumah Naim sunyi sepi. Malah rumah itu hanya diterangi
cahaya pelita minyak tanah! Naim menarik nafas panjang.
“Inilah! nasib aku
malang betul Iz,lepas kau pergi UK dulu, macam-macam
terjadi kat aku! Mak ayah aku sakit, aku tak dapat sambung belajar sebab
nak jaga diorang.Terpaksalah aku buat kerja kampung. Tapi mulut orang
jahat betul, aku dituduhnya buat kerja-kerja mencuri. Kaki aku ni, tempang
dibalun dek orang kampung la!” Terkejut Raiz mendengar cerita Naim.
“Setahun lepas tu mak ayah aku meninggal. Kau tau, takde sapa yang datang
nak uruskan jenazah, kecuali mak abah kau dengan pak imam je!” Naim
terisak-isak. Dia mengesat airmata dengan lengan bajunya yang lusuh. Raiz tergamam. Tidak disangka-sangka nasib Naim sebegitu
malang.
“Lepas mereka meninggal, hidup aku jadi tak tentu arah. Aku tak ada tempat
nak mengadu. Tiap-tiap malam raya sampailah ke hari raya, aku tunggu tepi
jalan, manalah tau kot-kot kau ada balik! Pasal aku tau kau sorang je
boleh dengar masalah aku. Semua orang cakap aku gila. Minah-minah kilang pulak tuduh aku nak mengenen diorang. Hishh! Aku cuma tunggu kau balik! Salah ke? Kau kawan aku dunia akhirat. Diorang apa tau?Tak peduli aku makan ke, minum ke! sakit ke! matipun diorang mesti tak ambil peduli!” Suara Naim sedikit tinggi. Menunjukkan “Aku mintak maaf Naim, aku betul-betul tak tau hidup kau susahi macam tu sekali!” Raiz menyuarakan rasa bersalahnya. Naim cuma tersenyum. “Tu la kau, pergi belajar jauh-jauh tu kenapa? Dah langsung tak dengar berita. Tengok-tengok balik dah jadi camni bergaya kau ye! Eh! Minumlah! rumah aku takde apa boleh dimakan. Ni je la!”. Naim menyorong gelas berisi teh sejuk dan sepiring biskut kering. Hati Raiz sebak. Sampai begini susah hidup Naim! “Aku mintak maaf Naim, sedih sungguh aku tengok kau ni!” Suara Raiz sayu dan pilu. Naim senyum tawar. “Buat apa kau mintak maaf? Aku jadi macam ni pun bukan kau punya angkara. Dah nasib aku, nak buat camana. Kau dah balik ni, selalu-selalu la jenguk aku kat sini! ye. Esok dah nak raya,aku mintak ampun maaf dengan kau dari hujung rambut sampai hujung kaki.Halalkanlah makan minum aku selama kita berkawan. Raya ni datanglah rumah aku ye!” Mereka berbual hingga larut malam. Raiz tak sedar hingga pukul berapa. Ketika matanya terasa berat, Naim menghulurkan bantal kecil dan tilam nipis sambil tersenyum. Terus Raiz tertidur.
“Astaghfirullah! Budak ni kat sini rupanya! Puas kita tunggu dia balik!”
Satu suara kuat menyebabkan Raiz tersentak dari tidur.Terpisat-pisat Raiz
bangun.”Eh? Mak!” terkejut Raiz lihat ibunya berdiri di depan bersama ayah dan
ahli keluarganya yang lain. Berpakaian cantik dan kemas. “Yang kau tidur kat sini pagi-pagi raya ni kenapa? Dah takde rumah nak balik?” jerkah ayahnya.
“Eh? Kenapa pulak diorang marah ni?Raiz memerhatikan sekelilingnya. Tiada
gelas berisi teh… tiada biskut kering! Hanya daun-daun kering yang
bertaburan! Di tepinya terpacak batu nisan! Raiz melompat bangun. Raiz
pandang sekeliling. Bukan satu sahaja batu nisan,ada dua, tiga, malah
berpuluh-puluh lagi. Raiz mengelabah.
“Eh? Semalam saya pergi rumah Naim, mak… ayah!
“Kenapa?? Kau tengok… dekat kubur siapa kau tidur tu!” Raiz segera
mengamati tulisan jawi yang tertulis pada batu nisan. Abdul Naim bin
Malik.16 September 1975 – 27 Oktober 2003! Raiz terpelangah.
“Mak! Malam tadi saya jumpa Naim mak!! Kalau dia takde, sapa yang saya
jumpa malam tadi? Bulan puasa pun ada hantu ke?”
“Budak ni…bulan puasa mana ada hantu! Naim dah tak ada! Dia meninggal
hari pertama menyambut puasa. Masa tu ribut, dia duduk dekat kubur arwah
mak ayah dia.
Ada pokok tumbang tertimpa dia. Esoknya baru orang jumpa
dia, dah tak ada..”terang ibunya dengan suara pilu. Raiz tambah terkejut. Terfikirkan pengalaman malam tadi! ”bertemu” arwah Naim di malam menjelang raya.Kalau betul bulan puasa tak ada hantu! apakah yang Raiz temui semalam? Petunjuk apakah yang Allah ingin sampakan padanya terduduk disisi pusara Naim, lantas dia teringatkan kata-kata arwah malam tadi.
Kau dah balik ni, selalu-selalu la jenguk aku kat sini! ye. Esok dah nak raya, aku mintak ampun maaf dengan kau dari hujung rambut sampai hujung kaki. Halalkan makan minum aku selama kita berkawan. Raya ni datang lah rumah aku ye!” Serta-merta Raiz kembali duduk di sisi pusara arwah Naim lalu menadah tangan. Kalimah-kalimah ayat suci disedekahkan kepada arwah.”Terima kasih kerana mengingatkan aku! semoga kau tenang dan aman di
sana!

replay lelaki melayu bermasalah

tunjuk.jpg

Dipetik from forum utusan

“Pada ketika Wawasan 2020 hanya tinggal 13 tahun sahaja lagi, saya percaya kita semua harus bekerja kuat pada masa ini. Namun, saya berasa kecewa dengan sikap kaum lelaki Melayu di negara ini.

Baru-baru ini, saya dan beberapa orang rakan perempuan melalui Stadium Hoki Jalan Pantai Bahru di Lembah Pantai. Pada masa itu, ada sekumpulan pelajar lelaki sedang berehat di tepi pagar dengan hanya berseluar pendek dan tidak berbaju. Saya percaya mereka adalah pelajar sebuah sekolah menengah di Kuala Lumpur.

Sudahlah tidak berpakaian dengan sopan, mereka tanpa segan silu bersiul dan cuba mengganggu kami. Entah apa agaknya di fikiran mereka. Mereka ingat lulusan luar negara seperti kami ini berminat hendak berkenalan dengan budak sekolah yang belum habis belajar seperti mereka.

Saya dan kawan-kawan sebenarnya sudah banyak kali diganggu lelaki-lelaki muda tidak bertamadun seperti ini dan berasa sangat sakit hati setiap kali diganggu seperti itu. Kadang-kadang, yang mengusik itu hanya berpakaian compang-camping dan kotor, berbau seperti sudah 10 tahun tidak mandi dan kelihatan seperti penagih dadah pun masih berani mengganggu anak gadis orang.

Pernah suatu ketika saya berada di Bangsar, saya nampak seorang lelaki berpakaian selekeh dengan rokok di tepi bibirnya mengganggu dua orang pelancong wanita berbangsa Inggeris yang hendak ke restoran mamak di situ. Dua pelancong wanita itu kelihatan takut, lalu beredar dari situ dengan segera. Barangkali niat mereka untuk mencuba makanan mamak, terbatal.

… continue reading this entry.

Hayatilah wahai sahabatku……..

Jika aku boleh mengulang waktu
Aku akan menghitung hari-hariku dengan bijaksana bersamanya
Jika aku boleh mengulang waktu
Aku akan selalu berada di sampingnya dan berdoa untuknya
Jika aku boleh mengulang waktu
Aku akan menghiburnya pada saat ia menjalani hari-hari yang berat
Jika aku boleh mengulang waktu
Aku akan menguatkannya dalam menjalani hidupnya yang pahit

Jika Tuhan hanya mengabulkan satu permintaan..
Aku ingin berdoa,
Bangunkan dia
Jangan panggil dia sekarang
Karena dia belum siap..

sahabat11.jpg

Jika saja aku tidak terlalu sibuk dengan duniaku sendiri
Jika saja aku ada saat dia memerlukankan aku..

… continue reading this entry.

La Tahzan

APA KAH KAMU LELAH ,APAKAH KAMU TAKUT?????????

PARA MUJAHID BERBAHAGIALAH KALIAN YANG LULUS PEMILIHAN ALAM UNTUK SAAT INI!!!!!!!

KENAPA ???????

KERANA APA YANG KAMU LAKUKAN PADA SAAT NI ADALAH SALAH SATU BENTUK SUMBANGAN UTUK TERUS BERDA’WAH!!!!!!!!

BUAT SEMUA PARA MUJAHID YANG ALLAH AKAN MENGGANTIKAN SEMUA DENGAN SYURGA!!!!!!!!!!!!

har.jpg

SAHABAT JANGANLAH MERASA SEDIH!!!!!!!!!!

LA TAHZAN !!!!!!!!!!!!!! KERANA ALLAHUMA ANA!!!!!!!!!!!!!!!

YAKINLAH APA YANG KALIAN LAKUKAN, SEKECIL APAPUN ADALAH BERNILAI DI MATA ALLAH !!!!!!!

SEKALI LAGI APAPUN YANG KAMU LAKUKAN SAAT INI, ATAU SEDANG MEGNGAHADAPI MASALAH YANG BESAR ATAU YANG KECIL !!!!!!!!!

JANGAN PERNAH MENGATKAN BAHWA:

“ ALLAH AKU ADA MASALAH YANG BESAR!!!!!”

TETAPI KATA KANLAH BAHAWA:

“HAI MASALAH AKU ADA ALLAH YANG MAHA BESAR!!!!!!!!!!”

Maafkan saya

Dari jauh aku merenung sahabatku yang sedang duduk bersendirian dia atas bangku. Dia kelihatan yang sedih. Aku menghampirinya. Kehadiranku langsung tidak disedarinya. Aku menyentuh lembut bahunya. Dia memandangku dengan keadaaan terkejut dan dengan cepat dia tersenyum. Aku tahu dari raut wajahnya, dia sebenarnya memaksa dirinya tersenyum. Aku bertanyakan apa yang berlaku kepadanya yang menyebabkan dia berasa sedih. Tetapi dia cuba menyembunyikannya dariku. Tiba-tiba satu persatu air mata keluar dari matanya. Walaupun dia cuba merahsiaka masalahnya, tapi setelahku memaksanya, dia akhirnya mengalah.

Dengan keadaan tunduk memandang tanah, dia memula berbicara tentang kegusaran hatinya kepadaku. “Saya berasa agak terkilan dengan ********. Persahabatan kami kelihatan semakin rapuh. Semakin hari, dia melayani saya tidak seceria dulu. Mungkin dia sibuk dengan studynya. Kehadirannya saya kerumahnya sekarang tidak lagi diendahkannya. Saya cuba bersangka baik kepadanya tapi…..” Kata-kata sahabatku tiba-tiba termati. Air matanya semakin laju. Aku cuba menenangkannya dan meminta agar dia terus mengeluarkan apa yang terbuku di dalam hatinya. “ Tapi…janganlah sampai mengeluh kehadiran saya ke rumahnya” dia cuba menguatkan kata-katanya yang terputus-putus. Mungkin perkara itu agak remeh kapada sesetengah orang tapi tidak bagi sahabatku itu. Aku akui yang sahabatku itu agak sensitive orangnya walaupun luarannya nampak kasar.

sahabat2.jpg
Seorang da’i mutlak harus dicintai oleh khalayak agar dakwahnya mampu menembus nurani dan tetap menjadi rujukan. Oleh kerananya, ia harus menghindari segala sesuatu yang dapat mencemari kejernihan hubungan yang terjalin antara dirinya dan orang-orang di sekitarnya, sehingga ukhuwah semakin mendalam dan kukuh. Semua itu dapat memudahkan sang da’i sehingga orang-orang senang menolong dirinya, mahu memetik manfaat darinya, dan senang menerima kehadirannya.

Sungguh benar ungkapan Umar radhiyallahu ‘anhu: “Perjumpaan dengan kawan menghapus duka.” Sebagian kalangan salaf berkata: “Keriangan seorang bijak adalah perjumpaannya dengan kawan.” Sufyan rahimahullah pernah ditanya: “Apakah penawar dahaga kehidupan itu?” Ia menjawab: “Pertemuan dengan kawan.” Ini menunjuk betapa pentingnya nilai persahabatan. Ingatlah jangan menunda pertolongan hanya kerana mengharap datangnya bukti tatkala sahabatmu ditimpa musibah yang mengiris hati.

Diharapkan kepada perjuang-perjuang islam yang sedang mendidik pelapis-pelapis perjaungan suci ini agar mengambil pengajaran daripada kisah ini

bila seorang teman bertutur tentang diriku

yang memancing kemarahanku

kumaafkan segala kesalahannya

dan ku redam amarahku

kerana aku cemas bila hidup tanpa seorang teman

Tapi…

jika kulihat perubahan pada diri sahabat karibku

bumi yang terbentang luas seakan menghimpit diriku

jika aku menghampirinya untuk membereskannya

matanya memancarkan kemarahan padaku

padahal hatiku tak marah

 

Yakjuj & Makjuj (berita gempar dari NASA!!! )

Copy and paste dari internet

WASHINGTON — Weekly World News telah mendedahkan tentang penemuan mengejutkan mengenai satu kaum primitif yang di panggil Mole People hidup 20
batu di bawah tanah, menggunakan terowong rahsia untuk memasuki United States! Penemuan ini telah dibuat bukan oleh ahli kaji purba, tetapi oleh saintis NASA yang menggali jauh ke dalam Bumi – dan mereka
cuba menyembunyikan kewujudan kaum ini dari pengetahuan awam ..
Seorang pekerja NASA yang tidak mahu dikenali telah mendedahkan gambar-gambar eksklusif and informasi mengenai kaum ‘orang gua’ ini.
“Cerita ini harus diberitahu,” kata sumber itu. “Ia terlalu besar untuk disorok”. Sumber itu telah mendedahkan beberapa rahsia besar mengenai Mole People. “Nampaknya mereka seperti kaum yang peramah”, beliau berkata,
“Tetapi mereka amat primitif. Kami cuba berkomunikasi dengan mereka, tetapi ia satu kerja yang susah memandangkan mereka tidak tahu bahasa English”.
“Mole People, sebagaimana yang kami panggil, mempunyai laluan senang untuk ke muka Bumi (surface world)”, kata sumber itu.
“Dengan demikian, President Bush mengendalikan situasi ini dengan penuh berhati-hati.
“Tersilap langkah boleh mengakibatkan makhluk ini mengisytiharkan perang
>dengan manusia di atas. Kami tidak pasti berapa jumlah mereka ini. Kami baru melihat satu bandar setakat ini, dengan anggaran 2000 orang Mole tinggai di situ. “Tetapi ada pihak yang menyatakan bahawa mungkin berjuta-juta orang Mole tinggal merata-rata di dalam bandar-bandar bawah tanah, berselerak di bawah muka Bumi”.
Makhluk itu mempunyai beberapa persamaan dengan manusia – dan juga sedikit perbezaan.
“Seperti kita, mereka berjalan dengan dua kaki, tetapi mereka jauh lebih tinggi dari manusia biasa – setinggi 8 ke 10 kaki tinggi. Jari-jari mereka seperti kuku binatang. Dan tangan mereka juga seperti kaki itik (webbed), direka untuk menggali, bukan seperti kuku mole”
“Kulit mereka sangat kuat. Ia adalah untuk menahan panas yang melampau dan juga keadaan yang teruk di bawah Bumi”.
“Didapati bahawa terdapat perhubungan dan interaksi di antara manusia dengan
makhluk ini suatu ketika dahulu – mereka bercakap di dalam bahasa yang hampir sama dengan dialek Navajo Lama.
Sumber itu juga menyatakan bahawa kaum Mole ini mempunyai sistem otot-otot yang sangat besar, membuatkan mereka mampu bertindak ganas.
“Apabila salah seorang ahli ekspedisi itu menyalakan rokok, kaum Mole menganggap itu sebagai satu ancaman dan terus menyerang beliau”.
“Mereka mencakar dan menyerang beliau seperti kucing hutan, hampir menjatuhkan beliau bersama rokoknya. Beliau amat bertuah selamat dan hidup
dari insiden itu”.
Kaum Mole amat berminat dengan dunia atas muka Bumi – pakaian, alat-alatan dan makanan terutamanya. Mereka amat meminati buah-buahan segar.
“Saya belikan mereka sedikit anggur, dan mereka terus berpestadan bersukaria”, mengikut kata sumber.
“Amat jelas mereka tidak boleh menanam buah-buahan mereka sendiri memandangkan mereka tinggal 20 batu di bawah muka Bumi”.
NASA amat berminat untuk mengkaji kaum Mole. “Kami mahu tahu
segala-galanya mengenai mereka – apa yang mereka makan,bagaimana mereka tinggal dan yang paling mustahak, apakah perhubungan mereka dengan kaum
manusia”.
“Kami tertanya-tanya jikalau mereka itu ada kaitan dengan manusia di dalam aspek-aspek yang tertentu. Adakah mereka adalah nenek moyang manusia
moden hari ini secara genetiknya ?”
Pakar berkata terdapat spekulasi yang pelbagai mengenai kaum Mole.
“Mereka boleh jadi apa saja, dari Yetis (BigFoot), makhluk asing dari angkasa atau saki baki orang yang terselamat dari bandar Atlantis Yang Hilang.  Adakah makhluk itu musuh dan suka berperang ataupun peramah dan sanggup bekerjasaman? Dan bagaimana dengan minyak dan simpanan mineral di bawah
Bumi? Siapa yang memiliki mereka: kaum Mole atau kita?
Bagaimanakah dengan NASA dimana misi asalnya adalah untuk meneroka ruang angkasa – telah menjumpai kaum yang hidup di bawah muka Bumi?
Jurucakap NASA tidak menafikan mahupun mengiyakan laporan itu. Setelah menerima tekanan hebat dari wartawan, jurucakap White House menjanjikan
informasi yang dibenarkan oleh White House untuk disebarkan. Teapi beliau telah memberi amaran “mungkin tidak untuk jangkamasa yang terdekat”.
Menurut sumber itu, NASA menjumpai kaum bawah tanah itu dalam bulan Ogos ketika sedang menjalankan  projek rahsia yang di beri nama Operation Mole
Hole – satu inisiatif dimana wartawan sekarang percaya ia mungkin untuk mengintip China, menggunakan “teknologi bawah tanah”.
Setakat ini NASA telah menjumpai pintu laluan rahsia ke dunia bawah tanah di kawasan sekitar Washington State’s Mount Shasta, gua Mammoth di Kentucky dan juga gua-gua yang berselerak sekitar barat daya U.S mengikut kata sumber. Berkurun lamanya manusia telah bercerita tentang kewujudan makhluk di bawah
muka Bumi. Sekarang, buat pertama kalinya, spekulasi itu telah dibuktikan kesahihannya. Tetapi samada makhluk-makhluk ini kawan ataupun lawan masih
tidak diketahui.

« Previous entries