Wanita Yang Dimurkai Oleh Alllah SWt..sama2 kita renungkan…

Sebagaimana Allah suka degan wanita yang solehah, Allah juga sangat murka kepada beberapa jenis wanita. Oleh itu sangat perlu bagi kita mengetahui perkara yang boleh menyebabkan kebenciannya supaya kita terhindar dari kemurkaannya. Kemurkaan Allah pada hari kiamat sangat dahsyat sehinggakan nabi-nabi pun sangat takut. Bahkan Nabi Ibrahim pun lupa bahawa dia mempunyai anak yang bernama Nabi Ismail kerana ketakutan yang amat sangat.

Abu Zar r.a. meriwayatkan bahawa Nabi s.a.w. bersabda: “Seorang wanita yang berkata kepada suaminya, “semoga engkau mendapat kutukan Allah” maka dia dikutuk oleh Allah dari atas langit yang ke7 & mengutuk pula segala sesuatu yang dicipta oleh Allah kecuali 2 jenis makhluk iaitu manusia & jin.”

Abdul Rahman bin Auf meriwayatkan bahawa Nabi s.a.w. bersabda: “Seorang yang membuat susah kepada suaminya dalam hal belanja atau membebani sesuatu yang suaminya tidak mampu maka Allah tidak akan menerima amalannya yang wajib & sunnatnya.”

… continue reading this entry.

PARA MALAIKAT MENOLONG NABI DAN SAHABATNYA DALAM PERANG AL-AHZAB

Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya.

 

Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan (al-Ahzab:9). Al-Allamah bin Katsir berkata, “Allah SWT berfirman memberitahukan nikmat, keutamaan, dan kebaikan-Nya yang telah dianugerahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dalam menghadapi dan mengalahkan musuh-musuhnya pada saat mereka terkepung.

 

Hal itu terjadi pada tahun Khandaq, bulan Syawal tahun kelima Hijriah dalam pendapat yang sahih dan masyur.”Musa bin Aqabah dan lain-lainnya berpendapat bahwa peristiwa itu terjadi pada tahun keempat Hijriah.

 

Adapun yang menjadi menjadi sebab pengepungan tersebut adalah bahwa seorang pemuka Yahudi banin Nadhir yang telah diusir Rasulullah saw. dari kota Madinah ke Khaibar, di dalamnya termasuk Salam bin Abi al-Haqiq, Salam bin Masykam dan Khanah ibnar Rabi’, keluar menuju kota Mekah. Mereka berkumpul dengan para pemuka Quraisy dan membujuk mereka untuk memerangi Rasulullah saw. dan menjanjikan kemenangan serta bantuan dari kelompok mereka sendiri. Kaum Quraisy menyetujui usulan mereka dan bersama-sama keluar untuk mengajak kaum Ghathfan bergabung.

 

Mereka juga menyepakati usulan tersebut. Setelah itu, kaum Quraisy keluar bersama para sekutunya dibawah pimpinan Abu Sufyan Shakhar bin Harb, dan kaum Ghathfan dibawah pimpinan Uyainah bin Hushun bin Badar dengan kekuatan sebesar sepuluh ribu orang.Begitu Rasulullah saw. mendengar bergeraknya mereka untuk melakukan penyerangan, beliau segera memerintahkan kaum muslimin untuk menggali khandaq (lubang) di sekitar kota Madinah yang berhadapan ke timur kota. Hal itu beliau lakukan atas saran Salmah al-Farisi r.a. Dengan penuh ketekunan kaum muslimin bersama Rasulullah saw. bekerja keras menggali dan memindahkan tanah serta batu-batu.

 

Beberapa waktu kemudian, kaum musyrikin datang membuat kamp di sebelah timur kota di dekat Uhud. Lalu salah satu kelompok dari mereka turun ke dataran tinggi kota Madinah, sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an, “(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan bawahmu.” (al-Ahzab:10) Rasulullah saw. keluar bersama kaum muslimin yang berkekuatan sekitar 3000 orang, ada yang mengatakan 700 orang.

 

Mereka menyandarkan punggung masing-masing ke bongkahan batu/tanah. Sementara, wajah mereka menghadap ke arah datangnya musuh. Sedangkan khandaq di depan mereka tidak lebih dari sebuah lubang tanpa air yang memisahkan antara mereka dan menghalangi pasukan berkuda dan pejalan kaki untuk sampai kepada mereka, serta menempatkan kaum wanita dan anak-anak di dalam benteng kota.Bani Quraizhah adalah salah satu kelompok Yahudi yang memiliki benteng di sebelah timur kota Madinah dan terikat perjanjian serta jaminan dengan Rasulullah saw.

 

Jumlah kekuatan mereka sekitar 800 laskar. Lalu Huyai bin Akhthab an-Nadhari pergi menemui mereka dan membujuknya untuk bersama-sama menyerang Rasulullah saw. Ia tidak beranjak dari sana hingga mereka mengkhianati perjanjian yang dibuatnya dan bergabung mengepung Rasulullah saw. dan kaum muslimin.

 

Kini urusannya semakin besar, persoalan semakin rumit, dan keadaan semakin kritis, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, “Di situlah diuji orang-orang mukmin, dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat dasyat.” (al-Ahzab:11) Mereka tetap tinggal di sana melindungi Rasulullah saw. dan para sahabatnya selama hampir satu bulan. Hanya saja kaum musyrikin belum sampai kepada mereka dan tidak terjadi pertempuran antara mereka.Lalu Amrun bin Abdi Wuddin al-‘Amri salah seorang pasukan berkuda dan pahlawan pemberani yang tersohor pada zaman jahiliah, bersama beberapa orang prajurit berkuda melintasi khandaq dan berhasil menuju ke arah kaum muslimin. Rasulullah saw. segera memerintahkan beberapa prajurit berkuda untuk menghadapinya. Namun, tidak ada seorangpun yang menuruti perintahnya. Lalu beliau memerintahkan Ali bin Abi Thalib r.a. yang segera keluar menghadapinya.

 

Untuk beberapa saat keduanya bertempur hingga akhirnya Ali bin Abi Thalib berhasil membunuhnya. Dan ini adalah pertanda kemenangan. Lalu Allah mengirimkan angin topan yang berhembus sangat dasyat ke arah para pengepung hingga tidak ada sebuah tenda pun yang tersisa dan tanpa nyala api.

 

Akhirnya, mereka semua lari meninggalkan ketakutan dan menderita kerugian, sebagaiman firman Allah SWT. “Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.” (al-Ahzab:9)

 

Firman Allah SWT, “Wa junuudun lam tarauhaa,” menurut Ibnu Katsir adalah para malaikat yang membuat mereka (kaum musyrikin) terguncang dan menyusupkan rasa kaget dan takut ke dalam hati mereka. Pada saat itu, setiap kepala kabilah berkata, “Wahai bani Fulan kemarilah kepadaku.” Dan mereka pun berkumpul kepadanya dan berkata, “Keselamatan, keselamatan” karena Allah menimpakan ketakutan ke dalam hati mereka.

Magnet hati

Tidak ada seorang pun, ketika Allah menciptakannya, kecuali pasti memiliki potensi menerima dan menolak. Bila tidak memiliki bererti ia telah kehilangan dirinya, kehilangan rahsia wujudnya. la seperti pohon kering yang daun-daunnya berguguran, tidak menghijau dan tidak hidup. Atau seperti pohon yang tidak berbuah, hidup tapi seperti mati. la tidak punya pengaruh dalam kehidupan kerana hanya dapat mengambil tetapi tidak dapat memberi.

Ada sejumlah orang yang bukan nabi juga bukan syuhada, tetapi kedudukannya di sisi Allah membuat para nabi dan para syuhada in hati. Mereka dapat menyingkap rahsia Allah dalam dirinya, yakni anugerah indra: telinga, mata, dan hati. Mereka membangkitkan dan “memerangi”nya dengan ibadah dan ketaatan, sehingga menyala dan berkobar-kobar. Dari dalam jiwa dan hatinya muncul luapan gelombang yang mampu mengharu biru hati manusia sehingga menjadikannya lunak di hadapan Allah swt. Hati dan perasaan menjalin hubungan yang demikian harmonis, dan tak dapat di-ungkapkan dengan kata-kata, namun kita dapat merasakan kebahagiaan dengannya. la menjelma menjadi kha-yalan indah yang melayang-layang. Ia pun lalu berubah menjadi “magnet” yang dapat menarik ruh dan hati.

Tak seorang pun yang tidak mempunyai perasaan seperti ini, walau hanya sedikit. Seorang da’i yang sukses adalah yang mendapat petunjuk Allah ke tempat persembunyian perasaan ini, sehingga menambah kekuatan dan gairahnya. Allah swt. berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kalian kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kalian.” (Al-Anfal: 24)

Sementara orang-orang yang kering hatinya dan berkarat jiwanya, telah Allah nyatakan, “Kemudian setelah itu hati kalian menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada sungai-sungai yang mengalir darinya, dan di

antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air darinya, dan di antaranya

sungguh ada yang meluncur jatuh kerana takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak

lengah dari yang kalian kerjakan.” (Al-Baqarah: 74)

Ayat ini telah menjelaskan bahawa batu itu sensitif. Bahkan ia meluncur jatuh kerana takut kepada Allah. Tetapi kita tidak memiliki peralatan yang dapat membuka rahsia, bagaimana batu itu dapat sensitif. Namun kita yakin (melalui ayat) tersebut bahawa ia memang sensitif, takut, dan melekat satu sama lain kerana takut-nya kepada Allah.

Bila batu saja sensitif, gemetaran, dan melekat satu sama lain kerana takut kepada Allah, lalu bagaimana dengan manusia yang banyak diberikan oleh Allah kenikmatan yang besar, seperti akal, perasaan, dan hati sebagai tempat penitipan rahmat. Allah berfirman, “Berkata Musa, ‘Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku“. (Thaha: 25-28)

Maafkan saya

Dari jauh aku merenung sahabatku yang sedang duduk bersendirian dia atas bangku. Dia kelihatan yang sedih. Aku menghampirinya. Kehadiranku langsung tidak disedarinya. Aku menyentuh lembut bahunya. Dia memandangku dengan keadaaan terkejut dan dengan cepat dia tersenyum. Aku tahu dari raut wajahnya, dia sebenarnya memaksa dirinya tersenyum. Aku bertanyakan apa yang berlaku kepadanya yang menyebabkan dia berasa sedih. Tetapi dia cuba menyembunyikannya dariku. Tiba-tiba satu persatu air mata keluar dari matanya. Walaupun dia cuba merahsiaka masalahnya, tapi setelahku memaksanya, dia akhirnya mengalah.

Dengan keadaan tunduk memandang tanah, dia memula berbicara tentang kegusaran hatinya kepadaku. “Saya berasa agak terkilan dengan ********. Persahabatan kami kelihatan semakin rapuh. Semakin hari, dia melayani saya tidak seceria dulu. Mungkin dia sibuk dengan studynya. Kehadirannya saya kerumahnya sekarang tidak lagi diendahkannya. Saya cuba bersangka baik kepadanya tapi…..” Kata-kata sahabatku tiba-tiba termati. Air matanya semakin laju. Aku cuba menenangkannya dan meminta agar dia terus mengeluarkan apa yang terbuku di dalam hatinya. “ Tapi…janganlah sampai mengeluh kehadiran saya ke rumahnya” dia cuba menguatkan kata-katanya yang terputus-putus. Mungkin perkara itu agak remeh kapada sesetengah orang tapi tidak bagi sahabatku itu. Aku akui yang sahabatku itu agak sensitive orangnya walaupun luarannya nampak kasar.

sahabat2.jpg
Seorang da’i mutlak harus dicintai oleh khalayak agar dakwahnya mampu menembus nurani dan tetap menjadi rujukan. Oleh kerananya, ia harus menghindari segala sesuatu yang dapat mencemari kejernihan hubungan yang terjalin antara dirinya dan orang-orang di sekitarnya, sehingga ukhuwah semakin mendalam dan kukuh. Semua itu dapat memudahkan sang da’i sehingga orang-orang senang menolong dirinya, mahu memetik manfaat darinya, dan senang menerima kehadirannya.

Sungguh benar ungkapan Umar radhiyallahu ‘anhu: “Perjumpaan dengan kawan menghapus duka.” Sebagian kalangan salaf berkata: “Keriangan seorang bijak adalah perjumpaannya dengan kawan.” Sufyan rahimahullah pernah ditanya: “Apakah penawar dahaga kehidupan itu?” Ia menjawab: “Pertemuan dengan kawan.” Ini menunjuk betapa pentingnya nilai persahabatan. Ingatlah jangan menunda pertolongan hanya kerana mengharap datangnya bukti tatkala sahabatmu ditimpa musibah yang mengiris hati.

Diharapkan kepada perjuang-perjuang islam yang sedang mendidik pelapis-pelapis perjaungan suci ini agar mengambil pengajaran daripada kisah ini

bila seorang teman bertutur tentang diriku

yang memancing kemarahanku

kumaafkan segala kesalahannya

dan ku redam amarahku

kerana aku cemas bila hidup tanpa seorang teman

Tapi…

jika kulihat perubahan pada diri sahabat karibku

bumi yang terbentang luas seakan menghimpit diriku

jika aku menghampirinya untuk membereskannya

matanya memancarkan kemarahan padaku

padahal hatiku tak marah

 

Sirr Al Asrar

Assalamualaikum…

Sahabat-sahabatku yang dikasihi. Hati kamu adalah seumpama cermin yang berkilat. Kamu mesti membersihkannya daripada debu dan kekotoran yang menutupinya. Cermin hati kamu itu telah ditakdirkan untuk memancarkan cahaya rahsia-rahsia Ilahi.

Bila cahaya dari “Allah adalah cahaya bagi semua langit dan bumi…” mula menyinari ruang hati kamu, lampu hati kamu akan menyala. Lampu hati itu “berada di dalam kaca, kaca itu sifatnya seumpama bintang berkilau-kilauan terang benderang…” Kemudian kepada hati itu anak panah penemuan-penemuan suci akan hinggap. Anak panah kilat akan mengeluarkan daripada awan petir maksud “bukan dari timur atau barat, dinyalakan dari pohon zaitun yang diberkati…” dan memancarkan cahaya ke atas pokok penemuan, sangat tulen, sangat lutsinar sehingga ia “memancarkan cahaya walaupun tidak disentuh oleh api”. Kemudian lampu makrifat (hikmah kebijaksanaan) akan menyala sendiri. Mana mungkin ia tidak menyala sedangkan cahaya rahsia Allah menyinarinya?

lampu-copy.jpg

Sekiranya cahaya rahsia Ilahi bersinar ke atasnya, langit malam kepada rahsia-rahsia akan menjadi terang oleh ribuan bintang-bintang “…dan berpandukan bintang-bintang (kamu) temui jalan (kamu)…”. Bukanlah bintang yang memandu kita tetapi cahaya Ilahi. Lantaran Allah “…menghiaskan langit rendah dengan keindahan bintang-bintang”. Sekiranya lampu rahsia-rahsia Ilahi dinyalakan di dalam diri batin kamu yang lain akan datang secara sekaligus atau beransur-ansur. Sebahagiannya kamu telah ketahui sebahagian yang lain akan kami beritahu di sini. Baca, dengar, cuba fahamkan. Langit ketidaksedaran (kelalaian) yang gelap akan dinyalakan oleh kehadiran Ilahi dan kedamaian serta keindahan bulan purnama yang akan naik dari ufuk langit memancarkan “cahaya di atas cahaya” berterusan meninggi di langit, melepasi peringkat yang ditentukan sebagaimana yang Allah telah tentukan bagi kerajaan-Nya, sehingga ia bersinar penuh kemuliaan di tengah-tengah langit, menghambat kegelapan kelalaian. “(Aku bersumpah) demi malam apabila ia senyap sepi…dengan cuaca pagi yang cemerlang…” malam ketidaksedaran kamu akan melihat terangnya hari siang. Kemudian kamu akan menghirup air wangi kenangan dan “bertaubat di awal pagi” terhadap ketidaksedaran (kelalaian) dan menyesali umur kamu yang dihabiskan di dalam lena. Kamu akan mendengar nyanyian burung bulbul di pagi hari dan kamu akan mendengarnya berkata:

Mereka tidur sedikit sahaja di malam hari dan pada awal pagi mereka memohon keampunan Allah. Allah bimbingkan kepada cahaya-Nya sesiapa yang Dia kehendaki.

Kemudian kamu akan melihat di ufuk langit peraturan Ilahi akan matahari ilmu batin mula terbit. Ia adalah matahari kamu sendiri, Lantaran kamu adalah “yang Allah beri petunjuk” dan kamu “berada pada jalan yang benar” dan bukan “mereka yang Dia tinggalkan di dalam kesesatan”. Dan kamu akan memahami rahsia:
Tidak diizinkan matahari mengejar bulan dan tidak pula malam mendahului siang. Tiap sesuatu berjalan pada landasan (masing-masing).

Akhirnya ikatan akan terurai selaras dengan “perumpamaan yang Allah adakan untuk insan dan Allah mengetahui tiap sesuatu”, dan tabir-tabir akan terangkat dan kulit akan pecah, mendedahkan yang seni di bawah pada yang kasar. Kebenaran akan membuka tutupan mukanya.

Semua ini akan bermula bila cermin hati kamu dipersucikan. Cahaya rahsia-rahsia Ilahi akan memancar Padanya jika kamu berhajat dan bermohon kepada-Nya, daripada-Nya, dengan-Nya.

Lima jari

Pelbagai hikmah dan tafsiran yang boleh diandaikan di sebalik jari anda yang lima. Cuba perhatikan perlahan-lahan jari anda. Luruskan ia ke hadapan dalam keadaan terbuka. Renung dalam-dalam. Kewajipan solat lima waktu jangan diabaikan.

Kemudian lekapkan jari itu di atas meja, perhatikan. Bermula daripada jari kelingking yang kecil dan kerdil, seperti manusia dan apa sahaja akan bermula daripada kecil kemudian besar dan terus membesar. Itulah fitrah insan dan alam seluruhnya. Apa sahaja yang dilakukan mesti bermula daripada kecil. Bak kata pepatah “melentu buluh biarlah daripada rebungnya”. Kegagalan mendidik di usia ini akan memberi kesan yang besar pada masa hadapan.

Naikkan kepada jari kedua, jari manis namanya. Begitu juga dengan usia remaja. Manisnya seperti jari yang comel mulus ini. Apatah lagi kiranya disarungkan dengan sebentuk cincin bertatahkan berlian, bangga tak terkira.. pada ketika ini, alam remaja menjengah diri. Awas!! Di usia ini sentiasa dibelenggu dengan pelbagai cabaran dan dugaan. Hanya iman dan taqwa menunjuk jalan kebenaran. Pada usia ini, anda sudah baligh dan mukalaf. Pastinya sudah dipertanggungjawabkan segala amalan di hadapan Rabbul Jalil. Bersediakah anda??
palmhand.jpg
Nah… naik kepada jari ketiga. Jari yang paling tinggi, jari hantu namanya. Zaman remaja ditinggalkan. Alam dewasa kian menjengah. Di peringkat umur 30-an ini seorang itu telah mempunyai status dan identiti dengan ekonomi yang kukuh serta kerjaya yang teguh. Namun, anda mesti berhati-hati kerana di kala ini banyak “hantu-hantu pengacau” yang datang menggoda. Hantu hasad dengki, hantu ego, hantu tamak, hantu iri hati dan seribu macam hantu lagi. Kalau gagal mengawal emosi lantas terus masuk ke jerangkap nafsu dan syaitan. Justeru itu, amal ibadat mesti dilipatgandakan.

Kita beralih kepada jari telunjuk. Jari inilah yang mengungkap satu dan esanya Allah SWT ketika solat. Genggamkan kesemua jari dan keluarkan jari ini. Gagahnya ia sebagai penunjuk arah, menjadi contoh dan tauladan. Manusia yang berada di tahap usia ini, hendaklah tampil sebagai model kepada generasi baru dan pembimbing yang kaya dengan idea bernas dan minda yang hebat.

Akhir sekali, renung ibu jari. Ianya besar dan pendek tetapi menunjukkan kematangan dan kehebatan yang membanggakan. Tugasnya membenarkan sesuatu dan mentafsirkan pelbagai perkara. Bak kata orang Jawa “cap jempol” atau cap jari. Kalau dia ada, semua urusan berjalan lancar. Buat generasi muda, rujuk dahulu kepada orang tua atau yang berpengalaman. Sekiranya petunjuk mereka anda patuhi, nescaya anda boleh berkata “good” atau “yes” sambil menggengam semua jari dan angkat ibu jari ke atas itulah rahsia kejayaan anda.

Akhirul kalam, cuba lihat sekali lagi jari anda yang kelima-limanya itu. Renung dan fikir dalam-dalam. Dimanakah anda sekarang???

Bila anjing mengeluh

i think it is true, so i copy n edit n paste.

AYAM: Hai anjing, Apo kabo? Macam ada yg tak kena je?

ANJING: Aku tengah tension nih . Mau je aku gigit manusia tadi.

AYAM : eh? kenapa ?

ANJING: aku lalu tepi dua orang manusia lelaki dan perempuan yg sedang berkepit. Tetiba si lelaki terperanjat dan terus melompat dan berkata “hoi anjing , pergi jauh-jauh, najis!”.

AYAM: Ya, lah. Ko kan haram. Najis tahap berat bagi manusia. Biasalah tu .

ANJING: Kalau aku najis sekali pon, kalau dia tersentuh aku, boleh disamak. Yang dia sentuh dan raba-raba awek dia tu apa? Boleh ke nak samak dosa?

AYAM: Betul tu . Memegang wanita yg bukan mahramnya tanpa ikatan yg sah, lebih dahsyat kenajisannya daripada memegang ko anjing, malah tak boleh suci sekalipun di samak.

ANJING: Wah .. ayat ko me man g power la…

dog-chicken.jpg

Sedikit Penjelasan:

Daripada satu hadis yang diriwayatkan daripada ibnu majah menyatakan bahawa ‘Bergomolan dengan :censored: (khinzir) itu adalah lebih baik berbanding dengan bersentuhan (secara sengaja) dengan wanita yang bukan mahram’

Bersentuhan (dengan sengaja & apatah lagi bertujuan syahwat) adalah berdosa dan wajib bertaubat (bagi membersihkan dosa). Sedangkan menyentuh anjing tidaklah berdosa dan hanya perlu disuci (bukan bertaubat). Menyentuh anjing bukanlah satu kesalahan (dosa) atau maksiat. Tetapi, menyentuh wanita bukan mahram adalah berdosa dan merupakan maksiat.

Di dalam satu riwayat hadis yang lain yang maksudnya , ‘Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya . (Riwayat At Tabrani dan Baihaqi)

Ucapan Hj Akil Hayy buat renungan


Di dalam hidup manusia, yang penting ialah BERKAT.
Bila hidup kita berkat, diri ini akan selamat.
Apabila diri selamat, rumahtangga jadi sepakat.
Apabila rumahtangga jadi sepakat, masyarakat jadi muafakat. Apabila
masyarakat jadi muafakat, negara kita menjadi kuat. Apabila negara
menjadi kuat, negara luar jadi hormat. Apabila negara luar jadi
hormat, permusuhan pun tersekat. Apabila permusuhan tersekat,
pembangunan pun meningkat. Apabila pembangunan pun meningkat,
kemajuan menjadi pesat.

TETAPI AWAS, apabila pembangunan meningkat, kemajuan menjadi pesat,
kita lihat bangunan naik bertingkat-tingkat.

Ditengah-tengah itu, tempat maksiat tumbuh macam kulat. Apabila
tempat-tempat maksiat tumbuh macam kulat, KETIKA ITU manusia mula
mengubah tabiat. Apabila manusia telah mengubah tabiat,
ada yang jadi lalat ada yang jadi ulat.
Apabila manusia dah jadi ulat, sembahyang makin hari makin liat.
Apabila sembahyang jadi liat, orang baik ada yang bertukar jadi
jahat.
Apabila orang baik bertukar jahat, orang miskin pula nak kaya cepat.
Apabila orang miskin nak kaya cepat,  orang tua pula nak mati
lambat.
Apabila orang tua nak mati lambat, tak dapat minum madu telan jerla
minyak gamat.

Yang lelaki, budak budak muda pakai seluar ketat.
Semua nak tunjuk kuat.
Bila berjudi, percaya unsur kurafat.
Tapi hidup pula yang melarat.
Tali kasut dah tak berikat.
Rambut pun jarang sikat.

Yang perempuan, pakai mini sekerat.
Suka pakai baju ketat.
Suka sangat menunjukkan pusat.
Hingga tak pedulikan lagi batasan aurat.
Pakai pulak yang singkat-singkat.
Kadang-kadang ternampak benda ‘bulat’.

Bila jadi macam ini, siapa lihat pasti tercegat.
Silap gaya jadi gawat, bohsia bohjan lagi hebat.
Duduk jauh berkirim
surat.
Bila berjumpa, tangan berjabat.
Kemudian pakat lawan peluk siapa erat.
Masa tu, nafas naik sampai tersekat-sekat.
Usah peduli agama dan adat.
Usah takut Allah dan malaikat.
Yang penting apa kita nak buat?
Kita ‘bukti’ lah kita buat.
Akhirnya perut kempis dah jadi bulat.
Apabila perut kempis dah jadi bulat, maka lahirlah
pula anak-anak yang tak cukup sifat.
Bila anak-anak tak cukup sifat, jam tu kita tengok bayi dibuang di
merata tempat.
MAKNANYA KETIKA ITU, IBLIS MULA MELOMPAT.
Dia kata apa? Habis manusia dah masuk jerat.
Habis manusia telah tersesat.
Inilah dia fenomena masyarakat.
Oleh itu wahai saudaraku dan para sahabat,
Marilah kita pakat mengingat,
Bahawa dunia hari ini makin singkat,
Esok atau lusa mungkin kiamat,
Sampai masa kita semua akan berangkat! .
Berangkat menuju ke negeri akhirat.

Di sana kita akan ditanya apa yang kita buat.
Masa tu, sindri mau ingat.

Umur mu banyak mana mu buat ibadat…?
Zaman muda mu, apa yang telah mu buat…?
Harta benda anta, dari mana anta dapat…?
Ilmu anta, adakah anta manafaat…?

Semoga ianya dapat mengingatkan kita supaya segera
meninggalkan maksiat dan memperbanyakkan ibadat.

(Petikan ucapan Ustaz Hj. Akil Hayy Rawa.
Sebarkanlah ini kepada ahli keluarga, saudara-mara, rakan-rakan dan
sahabat handai kita agar masyarakat
kita akan menjadi sebuah masyarakat yang bukan sahaja maju dari segi
duniawi malah ukhrawi. Insya-Allah…Allahhuakbar! Allahhuakbar!
Allahhuakbar

Yakjuj & Makjuj (berita gempar dari NASA!!! )

Copy and paste dari internet

WASHINGTON — Weekly World News telah mendedahkan tentang penemuan mengejutkan mengenai satu kaum primitif yang di panggil Mole People hidup 20
batu di bawah tanah, menggunakan terowong rahsia untuk memasuki United States! Penemuan ini telah dibuat bukan oleh ahli kaji purba, tetapi oleh saintis NASA yang menggali jauh ke dalam Bumi – dan mereka
cuba menyembunyikan kewujudan kaum ini dari pengetahuan awam ..
Seorang pekerja NASA yang tidak mahu dikenali telah mendedahkan gambar-gambar eksklusif and informasi mengenai kaum ‘orang gua’ ini.
“Cerita ini harus diberitahu,” kata sumber itu. “Ia terlalu besar untuk disorok”. Sumber itu telah mendedahkan beberapa rahsia besar mengenai Mole People. “Nampaknya mereka seperti kaum yang peramah”, beliau berkata,
“Tetapi mereka amat primitif. Kami cuba berkomunikasi dengan mereka, tetapi ia satu kerja yang susah memandangkan mereka tidak tahu bahasa English”.
“Mole People, sebagaimana yang kami panggil, mempunyai laluan senang untuk ke muka Bumi (surface world)”, kata sumber itu.
“Dengan demikian, President Bush mengendalikan situasi ini dengan penuh berhati-hati.
“Tersilap langkah boleh mengakibatkan makhluk ini mengisytiharkan perang
>dengan manusia di atas. Kami tidak pasti berapa jumlah mereka ini. Kami baru melihat satu bandar setakat ini, dengan anggaran 2000 orang Mole tinggai di situ. “Tetapi ada pihak yang menyatakan bahawa mungkin berjuta-juta orang Mole tinggal merata-rata di dalam bandar-bandar bawah tanah, berselerak di bawah muka Bumi”.
Makhluk itu mempunyai beberapa persamaan dengan manusia – dan juga sedikit perbezaan.
“Seperti kita, mereka berjalan dengan dua kaki, tetapi mereka jauh lebih tinggi dari manusia biasa – setinggi 8 ke 10 kaki tinggi. Jari-jari mereka seperti kuku binatang. Dan tangan mereka juga seperti kaki itik (webbed), direka untuk menggali, bukan seperti kuku mole”
“Kulit mereka sangat kuat. Ia adalah untuk menahan panas yang melampau dan juga keadaan yang teruk di bawah Bumi”.
“Didapati bahawa terdapat perhubungan dan interaksi di antara manusia dengan
makhluk ini suatu ketika dahulu – mereka bercakap di dalam bahasa yang hampir sama dengan dialek Navajo Lama.
Sumber itu juga menyatakan bahawa kaum Mole ini mempunyai sistem otot-otot yang sangat besar, membuatkan mereka mampu bertindak ganas.
“Apabila salah seorang ahli ekspedisi itu menyalakan rokok, kaum Mole menganggap itu sebagai satu ancaman dan terus menyerang beliau”.
“Mereka mencakar dan menyerang beliau seperti kucing hutan, hampir menjatuhkan beliau bersama rokoknya. Beliau amat bertuah selamat dan hidup
dari insiden itu”.
Kaum Mole amat berminat dengan dunia atas muka Bumi – pakaian, alat-alatan dan makanan terutamanya. Mereka amat meminati buah-buahan segar.
“Saya belikan mereka sedikit anggur, dan mereka terus berpestadan bersukaria”, mengikut kata sumber.
“Amat jelas mereka tidak boleh menanam buah-buahan mereka sendiri memandangkan mereka tinggal 20 batu di bawah muka Bumi”.
NASA amat berminat untuk mengkaji kaum Mole. “Kami mahu tahu
segala-galanya mengenai mereka – apa yang mereka makan,bagaimana mereka tinggal dan yang paling mustahak, apakah perhubungan mereka dengan kaum
manusia”.
“Kami tertanya-tanya jikalau mereka itu ada kaitan dengan manusia di dalam aspek-aspek yang tertentu. Adakah mereka adalah nenek moyang manusia
moden hari ini secara genetiknya ?”
Pakar berkata terdapat spekulasi yang pelbagai mengenai kaum Mole.
“Mereka boleh jadi apa saja, dari Yetis (BigFoot), makhluk asing dari angkasa atau saki baki orang yang terselamat dari bandar Atlantis Yang Hilang.  Adakah makhluk itu musuh dan suka berperang ataupun peramah dan sanggup bekerjasaman? Dan bagaimana dengan minyak dan simpanan mineral di bawah
Bumi? Siapa yang memiliki mereka: kaum Mole atau kita?
Bagaimanakah dengan NASA dimana misi asalnya adalah untuk meneroka ruang angkasa – telah menjumpai kaum yang hidup di bawah muka Bumi?
Jurucakap NASA tidak menafikan mahupun mengiyakan laporan itu. Setelah menerima tekanan hebat dari wartawan, jurucakap White House menjanjikan
informasi yang dibenarkan oleh White House untuk disebarkan. Teapi beliau telah memberi amaran “mungkin tidak untuk jangkamasa yang terdekat”.
Menurut sumber itu, NASA menjumpai kaum bawah tanah itu dalam bulan Ogos ketika sedang menjalankan  projek rahsia yang di beri nama Operation Mole
Hole – satu inisiatif dimana wartawan sekarang percaya ia mungkin untuk mengintip China, menggunakan “teknologi bawah tanah”.
Setakat ini NASA telah menjumpai pintu laluan rahsia ke dunia bawah tanah di kawasan sekitar Washington State’s Mount Shasta, gua Mammoth di Kentucky dan juga gua-gua yang berselerak sekitar barat daya U.S mengikut kata sumber. Berkurun lamanya manusia telah bercerita tentang kewujudan makhluk di bawah
muka Bumi. Sekarang, buat pertama kalinya, spekulasi itu telah dibuktikan kesahihannya. Tetapi samada makhluk-makhluk ini kawan ataupun lawan masih
tidak diketahui.

SEBELUM TIDUR

From email…

SEBELUM TIDUR

(Tafsir Haqqi)
Rasulullah berpesan kepada Aisyah ra : Ya Aisyah jangan engkau tidur sebelum
melakukan empat perkara,iaitu :

1. Sebelum khatam Al Qur’an.
2. Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir.
3. Sebelum para muslim meredhai kamu.
4. Sebelum kau laksanakan haji dan umrah….

“Bertanya Aisyah : “Ya Rasulullah.. .. Bagaimana aku dapat melaksanakan
empat perkara seketika?

“Rasul tersenyum dan bersabda : “Jika engkau tidur bacalah :

1. Al Ikhlas tiga kali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur’an.
2 . Membaca selawat untukKu dan para nabi sebelum aku,
maka kami semua akan memberi syafaat di hari kiamat.
3 . Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meredoi kamu.
4. P erbanyaklah bertasbih , bertahmid,bertahlil ,bertakbir maka seakan-akan
kamu telah melaksanakan
ibadah haji dan umrah

Newer entries » · « Older entries