Terlupa

Adalah hamba yang baik, ketika sadar akan perannya. Adalah lelaki yang baik ketika dia sadar akan perannya. Untuk beribadah kepadaNya, berdakwah dan menyiapkan generasi mendatang yang soleh. Sungguh sangat beruntung yang akhirnya dia akan melakukan langkah-langkah menuju ke situ, karena ternyata sadar saja tidak cukp.

Pernah kita dengar atau bahkan diri kita sendiri bertanya-tanya, kenapa aku merasa iman ini sangat lemah, malas dan sering meremehkan dalam beberapa ibadah. Apa sebenarnya penyebabnya? atau kita dengar ungkapan kehairanan orang yang berada di sekitar kita, dia kan ikhwah, dia kan murabbi, tapi  tingkah laku dan perilakunya yang nampak berbeza secara signifikan, berbeza secara hakiki dengan keyakinan dan keistiqomahan mereka dalam beragama.

Ketika kita mulai berkomitmen dengan agama Allah baik dalam perilaku dan kata-kata, ternyata kadang kita lupa memperhatikan hati dan tidak mau mengubati penyakit dan bencana yang bersarang di dalamnya. Inilah yang mungkin menyebabkan orang kehairanan kerana tindakan yang tak sesuai dengan kata-kata yang disebabkan kejelekan yang nampak darinya. Lalainya para dai untuk memperbaiki jiwa. Sehingga sekali waktu, tampak pada mereka beberapa sikap yang berbeza dengan dakwah yang ia sampaikan kepada manusia. Inilah sebab manusia tidak menerima mereka.

Korelasinya tinggi memang antara dorongan hati, tingkah laku dengan hakikat keislaman. Salah satu tidak berjalan maka tidak akan mengekspresikan hakikat keislaman. Harus ada keselarasan. Kalau bukan kerana mendesaknya keselaran tersebut, tentu jihad dan pengorbanan tak akan berarti dalam Islam.

Taubatannasuha, sungguh-sungguh bertaubat kepadaNya. Kerana kita sendiri sadar bahawa perjuangan untuk melepaskan dan menghindari maksiat. Maka sesungguhnya meminta ampunan, koreksi akan berperana. Tidak ada dosa kecil ketika dilakukan terus menerus dan tidak ada dosa besar jika diiringi dengan istighfar. Kalau kita merasa diawasi terus oleh Allah dan kita selalu muhasabah, mengintrospeksi diri maka ini tidak akan terjadi. Juga pernyataan perang kita melawan nafsu, mengharamkan hal-hal yang bisa menjerumuskan dalam perkara haram dan membuat lalai kepadaNya.

Beruntunglah orang-orang yang senantiasa mensucikan jiwa dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. Ketika kita beribadah sebaik mungkin, ketika kita menjaga seluruh anggota badan, ketika zuhud dengan agama, ketika ingat akan kematian dan memikirkan akhirat, semangat belajar agama, banyak membaca Al-Quran, dzikir, amalan-amalan sunah dan tak ada waktu yang sia-sia. Subhanallah kalau kita melakukan itu.

Kita tidak ingin dikatakan perilaku tak sesuai dengan kata-kata? Sebab hati akan terus terbentuk dengan terus berjalannya managemen hati itu sendiri. Perasaan akan pengawasan Allah hingga mampu mendorong untuk meluruskan perbuatannya dan memperbaiki niatnya.

 

Cerpen terbaik

-tengok, copy, edit , paste

Siapa kata aku nak tulis cerpen terbaik kali ini?
Kita sedang sibuk betul!
Sibuk!
Sibuk!
Dan sibuk….!
Tidak ada masa nak tulis apa-apa pun!

Kadang2 terfikir juga…?
Kita sibukkan apa nie?!
Apa yang kita sibukkan sangat nie!?

Sibuk terlalu mencari duit?
Sibuk terlalu mengejar kemewahan hidup?
Sibuk terlalu pentingkan diri sendiri?
Sibuk terlalu takutkan miskin?
Hai….!?

Apa akan jadi…jika secara tiba2 kita pun mati pada esok harinya..???

Mati yang nendadak!?….secara tiba-tiba?

Apakah yang akan terjadi?

Haaaaiiii…!

 

Iman, awak bercuti ker?

recycle-iman.jpg

Iman : Assalamualaikum, bos

Diri : Waalaikumussalam wbt.lama tak nampak awak.Awak cuti ker?

Iman : Taklah, jabatan kami rasa tuan tak memerlukan kami lagi..

Diri : Laa..kenapa pulak awak cakap camtu? pentadbiran diri saya berterabur sekarang bila jabatan kau takde..

Iman : Takdelah, kami lihat banyak pekerja tambahan tuan ambil.VCD,SMS,TV..jadi kami rasa terpinggir

Diri : Entahlah, waktu cuti sebulan ni saya tak pernah menggaji mereka.Tapi mereka terlalu rajin buat kerja, bekerja tanpa gaji,tapi banyak gak duit saya habisentah ar

Iman : Tu sebab, kami agak rasa tuan memencilkan kami. Al Quran, Zikir, mathurat, solat Malam tak boleh bekerja dengan mereka..kami memang tak boleh bercampur dengan mereka..

Diri : Saya tak pernah minta kau bercuti

Iman : Bagaimana kami ingin bekerja sedangkan tuan sudah punya pekerja tambahan? Saya lihat mereka buat tuan gembira..

Diri : Argh, gembira apanya..Berterabur kerja kat pejabat tu!!Tolonglah, bekerjalah dengan saya kembali

Iman ; Kami sememangnya sudah berkhidmat dengan tuan dari tuan di dalam rahim ibu tuan lagi. Tapi, tuan kadang-kadang mengabaikan kami. Tuan sediakan makanan untuk bos pekerja tambahan, En Dosa, tapi kami, tuan tak sediakan makanan. Kebajikan kami tak terjaga

Diri : Maafkan aku. kembalilah bekerja dengan saya. Saya janji kebajikan kamu semua saya jaga,En Iman.

Iman : Tuan boleh berjanji, tapi CEO kita akan memantau tuan, Dialah Allah.Tuan takkan tak takut menabur janji tapi melupakannya?

Diri : Janganlah menyalahkan saya.

Iman : Tuan perlu sedar, kami hanya bekerja di dalam syarikat yang bersih, dan amanah..Bukanlah saya nak memandang rendah pada jabatan baru En Dosa, tp kami tidak suka cara mereka bekerja. mereka meminggirkan kami

Diri : Dah awak tak melawan?

Iman : Tuan, bagaimana kami ingin menang? Kami terlalu lemah, sedikit pula tu, kebajikan kami langsung tuan tak jaga..Sedangkan kami tidak pernah meminta gaji dari tuan.Cuma kami minta disediakan ruang yang bersih dan amanah untuk kami bekerja. salahkah kami meminta yg sedikit?

Diri : Mereka kadang-kadang lebih menggembirakan saya

Iman : Kalau begitu maafkan kami. Tak dapat rasanya kami bekerja untuk tuan lagi.Tuan perlu memberi kebajikan kepada mereka.Siapalah kami..

Diri : Ehh, jangan..Bekerjalah dengan saya

Iman : Buanglah pekerja itu..Mereka meminta-minta dari tuan.Tuan perlu berhabis jutaan ringgit untuk mereka. Sedangkan kami, percuma khidmat kami

Diri : Aduh, mereka pekerja yang menggembirakan saya.Memang kamu percuma, tapi kamu kadang-kadang bising, ini tak boleh, itu tak boleh..saya rimas

Iman : (senyum sinis)..Maafkan kami tuan..kami minta diri dulu..tak perlulah kami berkhidmat dengan tuan kalau begitu..Kalau tuan perlukan kami, kami sentiasa di sisi..Tuan jangan risau, kami maafkan tuan..

Diri : Jangan pergi..saya sanggup pecat En Dosa..dan ahli jawatankuasanya, vcd, majalah yang melalaikan, dan sbagainya

Iman : Tuan betul-betul sanggup?Diri : Ya, saya kelam kabut sekarang..Tak tenang,management berterabur..

Iman : Alhamdulillah..kami free of charge..Tuan takkan rugi, sebaliknya tuan beruntung besar..Silap hari bulan, CEO, Allah kita akan naikkan tuan ke pangkat yang lebih tinggi

Diri : Terima kasih..=)Panggillah ajk kamu bekerja semula. En Iman, saya akan jaga kebajikan kamu, panggillah En mathurat, En Zikir, En Solat,dan semua ahli jabatan akamu ya?

Iman : Alhamdulillah.Moga keuntungan tuan bergada-ganda tahun ini dan seterusnya

Diri : Terima kasih pegawai kewanganku .

 

http://www.raudhah.net

Virus yang Bernama Al Isyq (Cinta)

 cinta-12.jpg

Virus yang bernama al isyq (cinta), ternyata telah memakan banyak korban. Mungkin anda pernah mendengar seorang remaja nekad bunuh diri disebabkan putus cinta atau tertolak cintanya. Atau anda pernah mendengar kisah Qeis yang tergila-gila kepada Laila. Kisah cinta yang bermula sejak mereka bersama menggembala domba sewaktu kecil hingga dewasa. Akhirnya sungguh tragis, Qeis benar-benar menjadi gila ketika Laila dipersunting oleh lelakilain.

Ibnul Qayyim berkata, “Gejolak cinta merupakan jenis penyakit hati yang memerlukan penanganan khusus disebabkan berbeza dengan penyakit lain, baik dari segi bentuk, penyebab, maupun terapinya. Jika telah menggeragut kesucian hati manusia dan mengakar di dalam hati, sulit bagi para doktor mencarikan ubat penawarnya dan penderitanya sulit disembuhkan.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengisahkan penyakit ini dalam Al Qur’an tentang dua jenis manusia, pertama, wanita dan kedua, kaum homoseks yang cinta kepada mardan (anak laki-laki yang rupawan).

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengisahkan bagaimana penyakit ini telah menyerang isteri Al Azis (Gubenor Mesir) yang mencintai Nabi Yusuf Alaihis Salam, dan menimpa kaum Luth Alaihis Salam. Allah mengisahkan kedatangan malaikat ke negeri Luth Alaihis Salam, yang ertinya: “Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan gembira (kerana) kedatangan tamu-tamu itu. Luth berkata, “Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku), dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah membuat aku terhina.” Mereka berkata, “Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?” Luth berkata, “Inilah puteri-puteri (negeri) ku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat secara yang halal).” (Allah berfirman), “Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang–ambing di dalam kemabukan (kesesatan).” (QS: Al Hijr: 67-72).

KRITERIA MANUSIA YANG BERPOTENSI TERJANGKIT PENYAKIT AL ISYQ
Penyakit al isyq akan menimpa orang-orang yang hatinya kosong dari rasa mahabbah (cinta) kepada Allah, selalu berpaling dari-Nya dan dipenuhi kecintaan kepada selain-Nya. Hati yang penuh cinta kepada Allah dan rindu bertemu dengan-Nya pasti kebal terhadap serangan virus ini, sebagaimana yang terjadi dengan Yusuf Alaihis Salam. “Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih….” (QS: Yusuf: 24).

Nyatalah bahawa ikhlas merupakan immunisasi yang dapat menolak virus ini dengan berbagai dampak negatifnya, berupa perbuatan jelek dan keji. Ertinya, memalingkan seseorang dari kemaksiatan harus dengan menjauhkan berbagai sarana yang menjurus ke arah itu.

Berkata ulama terdahulu yang soleh, “Penyakit cinta adalah getaran hati yang kosong dari segala sesuatu selain apa yang dicinta dan dipujanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman mengenai ibu Nabi Musa Alaihis Salam, yang ertinya: “Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa Alaihis Salam. Sesungguhnya ia hampir menyatakan rahsia tentang Musa, seandainya tidak kami teguhkan hatinya. Supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah).” (QS Al Qashas : 10).

Yakni kosong dari segala sesuatu, kecuali Musa; karena sangat cintanya kepada Musa dan bergantungnya hatinya kepada Musa

BAGAIMANA VIRUS INI BERJANGKIT?
Penyakit al isyq terjadi kerana dua sebab. Pertama, kerana menganggap indah apa-apa yang dicintainya. Kedua, perasaan ingin memiliki apa yang dicintai. Jika salah satu dari dua faktor ini tak ada, niscaya virus tidak akan berjangkit. Walaupun penyakit kronis ini telah membingungkan banyak orang dan sebagian pakar berupaya memberikan terapinya, namun solution yang diberikan belum mengena.

(Sumber Rujukan: Zadul Ma’ad, Ibnul Qayyim)

Hot airlines

s_airplane6.jpg

INFORMASI PENERBANGAN KERANDA AIRLINES
LAYANAN PENUH 24 JAM

Bila kita akan ‘berangkat” dari alam ini ia ibarat penerbangan ke sebuah negara.
Dimana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brochure penerbangan, tetapi melalui Al-Qur’an dan Al-Hadith.

Di mana penerbangan bukannya dengan Malaysia Airlines, Garuda Airlines, Singapore Airlines, atau US Airlines, tetapi Keranda Airlines.

Di mana bekal kita bukan lagi beg seberat 23Kg, tetapi amalan yang tak lebih dan tak kurang.

Di mana bajunya bukan lagi Pierre Cardin, atau setaraf dengannya, akan tetapi kain kafan putih.

Di mana pewanginya bukan Channel atau Polo, tetapi air biasa yang suci.
Di mana passport kita bukan Malaysia, Australia, British atau American, tetapi Al-Islam.
Di mana visa kita bukan lagi sekadar 6 bulan, tetapi ‘Laailaahaillallah’
Di mana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi Izrail dan lain-lain.
Di mana servisnya bukan lagi kelas business atau ekonomi, tetapi sekedar kain yang diwangikan

Di mana tujuan mendarat bukannya Sydney International Airport, Lapangan terbang Pengkalan Chepa tetapi tanah pekuburan.

Di mana ruang menunggunya bukan lagi ruangan ber air-cond dan permadani, tetapi ruang 2×1 meter, gelap gulita.

Di mana pegawai imigrasi adalah Munkar dan Nakir, mereka hanya memeriksa apakah kita layak ke tujuan yang diidamkan.

Di mana tidak perlu satpam dan alat detector.
Di mana lapangan terbang transitnya adalah Al Barzakh
Di mana tujuan terakhir apakah Syurga yang mengalir sungai di bawahnya atau Neraka Jahannam.

Penerbangan ini tidak akan dibajak atau dibom, karena itu tak perlu bimbang.
Sajian tidak akan disediakan, oleh karena itu tidak perlu merisaukan masalah alergi atau halal haram makanan.

Jangan risaukan pembatalan, penerbangan ini senantiasa tepat waktunya, ia berangkat dan tiba tepat pada masanya.
Jangan pikirkan tentang hiburan dalam penerbangan, anda telah hilang selera bersuka ria.
Jangan bimbang tentang pembelian tiket, ianya telah siap di booking sejak anda ditiupkan ruh di dalam rahim ibu.

YA!BERITA BAIK!! Jangan bimbangkan siapa yang duduk di sebelah anda.
Anda adalah satu-satunya penumpang penerbangan ini. Oleh karena itu bergembiralah selagi bisa! Dan sekiranya anda bisa!

Hanya ingat! Penerbangan ini datang tanpa ‘Pemberitahuan’.
Cuma perlu ingat!! Nama anda telah tertulis dalam tiket untuk Penerbangan….
Saat penerbangan anda berangkat tanpa doa Bismillahi Tawakkaltu ‘Alallah, atau ungkapan selamat jalan.
Tetapi Inalillahi Wa Inna ilaihi Rajiuun….
Anda berangkat pulang ke Rahmatullah. Mati.
ADAKAH KITA TELAH SIAP UNTUK BERANGKAT?

‘Orang yang cerdas adalah orang yang mengingat kematian. Karena dengan kecerdasannya dia akan mempersiapkan segala perbekalan untuk menghadapinya.’

Semoga bermanfaat…Ramadhan telah melabuhkan tirainya,… Semoga Ramadhan ini lebih baik dari Ramadhan kemarin…Amiin.

ASTAGHFIRULLAH 3X , semoga ALLAH SWT mengampuni kita semua. amin…

hATi seORang AyaH

ayah.jpg

ambik dr member

Suatu ketika, ada seorang anak perempuan yang bertanya kepada ayahnya, Tatkala tanpa sengaja dia melihat ayahnya sedang mengusap wajahnya
Yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbongkok-bongkok, Disertai suara batuk-batuknya.

Anak perempuan itu bertanya pada ayahnya
“Ayah, mengapa wajah ayah kian berkerut-merut dengan badan ayah yang kian hari kian membongkok ?”Demikian pertanyaannya, ketika ayahnya sedang berehat di beranda.

Si ayah menjawab : “Sebab aku lelaki.”

Anak perempuan itu berkata sendirian : “Aku tidak mengerti”.
Dengan kerut-kening kerana jawapan ayahnya membuatnya termenung rasa kebingungan.

Ayah hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anaknya itu,
terus menepuk-nepuk bahunya, kemudian si ayah mengatakan
“Anakku, kamu memang belum mengerti tentang lelaki.”
Demikian bisik Si ayah, yang membuat anaknya itu bertambah kebingungan.

Kerana perasaan ingin tahu, kemudian si anak itu mendapatkan ibunya lalu bertanya kepada ibunya.
“Ibu, mengapa wajah Ayah jadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian membongkok? Dan sepertinya ayah menjadi demikian tanpa ada
keluhan dan rasa sakit?”

Ibunya menjawab:
“Anakku, jika seorang lelaki yang benar-benar bertanggungjawab terhadap
keluarga itu memang akan demikian.”

Hanya itu jawapan si ibu. Si anak itupun kemudian membesar dan menjadi dewasa, tetapi dia tetap juga kasih tercari-cari jawapan, mengapa wajah
ayahnya yang tampan menjadi berkerut-merut dan badannya menjadi membongkok?

Hingga pada suatu malam, dia bermimpi. Di dalam impian itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimah sebagai
jawapan rasa kebingungannya selama ini.

“Saat Ku-ciptakan lelaki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan berusaha untuk menahan setiap hujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindung.”

“Ku ciptakan bahunya yang kuat dan berotot untuk membanting-tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat
pula untuk melindungi seluruh keluarganya.”

“Ku berikan kemahuan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari titisan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapat cercaan dari anak-anaknya”.

“Ku berikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat
panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan dan kesejukan kerana tersiram hujan dan dihembus angin, dia relakan tenaga perkasanya dicurahkan demi keluarganya, dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih-payahnya.”

“Kuberikan kesabaran, ketekunan serta kesungguhan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan
kerapkali menyerangnya”.

“Ku berikan perasaan cekal dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam suasana dan situasi apapun
juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai hatinya.Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat di mana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknyaagar selalu saling menyayangi dan saling mengasihi sesama saudara.”

“Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengertian dan kesedaran terhadap anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang, walaupun seringkali ditentang bahkan dikotak-katikkan oleh anak-
anaknya.”

“Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyedarkan, bahawa isteri yang baik adalah isteri yang setia terhadap suaminya, isteri yang baik adalah isteri yang senantiasa menemani, dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka mahupun duka,walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan
menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada isteri, agar tetap berdiri, bertahan, sepadan dan saling melengkapi serta saling menyayangi.”

“Ku berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahawa lelaki itu senantiasa berusaha sekuat daya fikirnya untuk mencari dan
menemukan cara agar keluarganya dapat hidup didalam keluarga bahagia dan badannya yang terbongkok agar dapat membuktikan, bahawa sebagai lelaki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha
mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, kesungguhannya demi kelanjutan hidup keluarganya.”

“Ku berikan kepada lelaki tanggungjawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga (seri/penyokong), agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh lelaki, walaupun
sebenarnya tanggungjawab ini adalah amanah di dunia dan akhirat.”

Terkejut si anak dari tidurnya dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik ayahnya yang sedang berdoa, ketika ayahnya berdiri si anak itu menggenggam dan mencium telapak tangan ayahnya.

“Aku mendengar dan merasakan bebanmu, ayah.”

Setia Seorang Sahabat Di Malam Raya

bestfriend.gif

just copy n paste

Pejam celik, pejam celik je dah nak raya. Dah lama aku tak balik
kampung.Rasanya dah dekat
lima tahun sejak aku sambung belajar ke luar
negara.Tahun ni, dapat gak aku beraya di kampung, jumpa mak abah dan
adik-adik kawan-kawan yang dah lama hilang tanpa khabar berita. Apa cerita
Naim ye?Dah lama aku tak contact dia. Kalau jumpa mesti dia marah gile kat
aku pasal aku tak reti-reti nak hantar
surat kat dia. Dulu masa kecik main sama-sama.Bila dah belajar… lupa kawan! Raiz senyum sendirian. Terkenang
zaman riang kanak-kanaknya bersama Naim.
Bas yang terhenyak-henyak dek
jalan yang berlubang terasa bagai membuai sambil melayan kenangan. Mesti semua orang terkejut dengan kepulangannya. Mesti ramai membernya kempung menyesal kerana mengejek dia dahulu. Maklumlah dulu Raiz ”nerd”! Selalu kena buli. Naimlah yang selalu jadi ”bodyguard”nya. Tapi sejak belajar di luar negara, dia dah berubah. Jadi kacak dan pandai bergaya. Naim juga mesti terlopong
melihat perubahan dirinya. Bas yang membawa Raiz dari pekan tadi berhenti di bahu jalan. Untuk sampai ke rumah, Raiz kena berjalan kaki hampir sepuluh minit. Ketika turun dari bas, Raiz lihat ada seseorang duduk mencangkung di bawah tiang lampu. Seakan macam dikenalinya orang itu. Raiz menghampiri. Orang itu terkebil-kebil memandangnya sambil menggigit anak kemuncut. “Wey! Siut! Aku ingat orang darat mana tadi! Engkau rupanya! Apa kau buat
tepi jalan malam-malam camni?” Razi bersuara sambil memeluk Naim yang
terkekeh-kekeh ketawa. “Aku tunggu kau baliklah! Wah! Orang
UK! Balik Malaysia jadi camni kau yek.. hensem nampak?” Naim menepuk-nepuk bahu Raiz. Kegembiraan jelas terbayang diwajahnya. “Biasa la! zaman bersedar, manusia pun kena berubah! Mana kau tau aku nak balik?” Naim tidak menjawab soalan Raiz, cuma tersengih-sengih. Raiz memerhatikan Naim dari atas hingga ke bawah. Ada perubahan ketara pada sahabatnya. Nampak berserabut, selekeh dan kakinya sedikit tempang. “Apa kena dengan kau ni? Apasal kaki kau tu? Lagi satu aku tengok kau ni macam ada masalah je…” tegur Raiz.
Naim kelihatan murung.
“Aku memang ada masalah pun. Eh! kau ni terus balik
rumah ke?” Naim mengubah topik.
“Cadangnya gitulah!”
Ala! singgahlah rumah aku dulu! Aku dah lama tak borak dengan kau. Banyak
benda aku nak cerita. Bukan senang aku nak jumpa kau!” pujuk Naim lalu menarik tangan Raiz, dan tanpa membantah, Raiz mengikut sahaja.
“Tak apalah, malam ni aku temankan Naim! Pagi esok aku balik la!
boleh terus siap untuk sembahyang raya!” kata Raiz dalam hati.
“Eh? Kau duduk sorang je ke? Mana mak ayah kau? Raiz kehairanan apabila
mendapati suasana rumah Naim sunyi sepi. Malah rumah itu hanya diterangi
cahaya pelita minyak tanah! Naim menarik nafas panjang.
“Inilah! nasib aku
malang betul Iz,lepas kau pergi UK dulu, macam-macam
terjadi kat aku! Mak ayah aku sakit, aku tak dapat sambung belajar sebab
nak jaga diorang.Terpaksalah aku buat kerja kampung. Tapi mulut orang
jahat betul, aku dituduhnya buat kerja-kerja mencuri. Kaki aku ni, tempang
dibalun dek orang kampung la!” Terkejut Raiz mendengar cerita Naim.
“Setahun lepas tu mak ayah aku meninggal. Kau tau, takde sapa yang datang
nak uruskan jenazah, kecuali mak abah kau dengan pak imam je!” Naim
terisak-isak. Dia mengesat airmata dengan lengan bajunya yang lusuh. Raiz tergamam. Tidak disangka-sangka nasib Naim sebegitu
malang.
“Lepas mereka meninggal, hidup aku jadi tak tentu arah. Aku tak ada tempat
nak mengadu. Tiap-tiap malam raya sampailah ke hari raya, aku tunggu tepi
jalan, manalah tau kot-kot kau ada balik! Pasal aku tau kau sorang je
boleh dengar masalah aku. Semua orang cakap aku gila. Minah-minah kilang pulak tuduh aku nak mengenen diorang. Hishh! Aku cuma tunggu kau balik! Salah ke? Kau kawan aku dunia akhirat. Diorang apa tau?Tak peduli aku makan ke, minum ke! sakit ke! matipun diorang mesti tak ambil peduli!” Suara Naim sedikit tinggi. Menunjukkan “Aku mintak maaf Naim, aku betul-betul tak tau hidup kau susahi macam tu sekali!” Raiz menyuarakan rasa bersalahnya. Naim cuma tersenyum. “Tu la kau, pergi belajar jauh-jauh tu kenapa? Dah langsung tak dengar berita. Tengok-tengok balik dah jadi camni bergaya kau ye! Eh! Minumlah! rumah aku takde apa boleh dimakan. Ni je la!”. Naim menyorong gelas berisi teh sejuk dan sepiring biskut kering. Hati Raiz sebak. Sampai begini susah hidup Naim! “Aku mintak maaf Naim, sedih sungguh aku tengok kau ni!” Suara Raiz sayu dan pilu. Naim senyum tawar. “Buat apa kau mintak maaf? Aku jadi macam ni pun bukan kau punya angkara. Dah nasib aku, nak buat camana. Kau dah balik ni, selalu-selalu la jenguk aku kat sini! ye. Esok dah nak raya,aku mintak ampun maaf dengan kau dari hujung rambut sampai hujung kaki.Halalkanlah makan minum aku selama kita berkawan. Raya ni datanglah rumah aku ye!” Mereka berbual hingga larut malam. Raiz tak sedar hingga pukul berapa. Ketika matanya terasa berat, Naim menghulurkan bantal kecil dan tilam nipis sambil tersenyum. Terus Raiz tertidur.
“Astaghfirullah! Budak ni kat sini rupanya! Puas kita tunggu dia balik!”
Satu suara kuat menyebabkan Raiz tersentak dari tidur.Terpisat-pisat Raiz
bangun.”Eh? Mak!” terkejut Raiz lihat ibunya berdiri di depan bersama ayah dan
ahli keluarganya yang lain. Berpakaian cantik dan kemas. “Yang kau tidur kat sini pagi-pagi raya ni kenapa? Dah takde rumah nak balik?” jerkah ayahnya.
“Eh? Kenapa pulak diorang marah ni?Raiz memerhatikan sekelilingnya. Tiada
gelas berisi teh… tiada biskut kering! Hanya daun-daun kering yang
bertaburan! Di tepinya terpacak batu nisan! Raiz melompat bangun. Raiz
pandang sekeliling. Bukan satu sahaja batu nisan,ada dua, tiga, malah
berpuluh-puluh lagi. Raiz mengelabah.
“Eh? Semalam saya pergi rumah Naim, mak… ayah!
“Kenapa?? Kau tengok… dekat kubur siapa kau tidur tu!” Raiz segera
mengamati tulisan jawi yang tertulis pada batu nisan. Abdul Naim bin
Malik.16 September 1975 – 27 Oktober 2003! Raiz terpelangah.
“Mak! Malam tadi saya jumpa Naim mak!! Kalau dia takde, sapa yang saya
jumpa malam tadi? Bulan puasa pun ada hantu ke?”
“Budak ni…bulan puasa mana ada hantu! Naim dah tak ada! Dia meninggal
hari pertama menyambut puasa. Masa tu ribut, dia duduk dekat kubur arwah
mak ayah dia.
Ada pokok tumbang tertimpa dia. Esoknya baru orang jumpa
dia, dah tak ada..”terang ibunya dengan suara pilu. Raiz tambah terkejut. Terfikirkan pengalaman malam tadi! ”bertemu” arwah Naim di malam menjelang raya.Kalau betul bulan puasa tak ada hantu! apakah yang Raiz temui semalam? Petunjuk apakah yang Allah ingin sampakan padanya terduduk disisi pusara Naim, lantas dia teringatkan kata-kata arwah malam tadi.
Kau dah balik ni, selalu-selalu la jenguk aku kat sini! ye. Esok dah nak raya, aku mintak ampun maaf dengan kau dari hujung rambut sampai hujung kaki. Halalkan makan minum aku selama kita berkawan. Raya ni datang lah rumah aku ye!” Serta-merta Raiz kembali duduk di sisi pusara arwah Naim lalu menadah tangan. Kalimah-kalimah ayat suci disedekahkan kepada arwah.”Terima kasih kerana mengingatkan aku! semoga kau tenang dan aman di
sana!

replay lelaki melayu bermasalah

tunjuk.jpg

Dipetik from forum utusan

“Pada ketika Wawasan 2020 hanya tinggal 13 tahun sahaja lagi, saya percaya kita semua harus bekerja kuat pada masa ini. Namun, saya berasa kecewa dengan sikap kaum lelaki Melayu di negara ini.

Baru-baru ini, saya dan beberapa orang rakan perempuan melalui Stadium Hoki Jalan Pantai Bahru di Lembah Pantai. Pada masa itu, ada sekumpulan pelajar lelaki sedang berehat di tepi pagar dengan hanya berseluar pendek dan tidak berbaju. Saya percaya mereka adalah pelajar sebuah sekolah menengah di Kuala Lumpur.

Sudahlah tidak berpakaian dengan sopan, mereka tanpa segan silu bersiul dan cuba mengganggu kami. Entah apa agaknya di fikiran mereka. Mereka ingat lulusan luar negara seperti kami ini berminat hendak berkenalan dengan budak sekolah yang belum habis belajar seperti mereka.

Saya dan kawan-kawan sebenarnya sudah banyak kali diganggu lelaki-lelaki muda tidak bertamadun seperti ini dan berasa sangat sakit hati setiap kali diganggu seperti itu. Kadang-kadang, yang mengusik itu hanya berpakaian compang-camping dan kotor, berbau seperti sudah 10 tahun tidak mandi dan kelihatan seperti penagih dadah pun masih berani mengganggu anak gadis orang.

Pernah suatu ketika saya berada di Bangsar, saya nampak seorang lelaki berpakaian selekeh dengan rokok di tepi bibirnya mengganggu dua orang pelancong wanita berbangsa Inggeris yang hendak ke restoran mamak di situ. Dua pelancong wanita itu kelihatan takut, lalu beredar dari situ dengan segera. Barangkali niat mereka untuk mencuba makanan mamak, terbatal.

… continue reading this entry.

Hayatilah wahai sahabatku……..

Jika aku boleh mengulang waktu
Aku akan menghitung hari-hariku dengan bijaksana bersamanya
Jika aku boleh mengulang waktu
Aku akan selalu berada di sampingnya dan berdoa untuknya
Jika aku boleh mengulang waktu
Aku akan menghiburnya pada saat ia menjalani hari-hari yang berat
Jika aku boleh mengulang waktu
Aku akan menguatkannya dalam menjalani hidupnya yang pahit

Jika Tuhan hanya mengabulkan satu permintaan..
Aku ingin berdoa,
Bangunkan dia
Jangan panggil dia sekarang
Karena dia belum siap..

sahabat11.jpg

Jika saja aku tidak terlalu sibuk dengan duniaku sendiri
Jika saja aku ada saat dia memerlukankan aku..

… continue reading this entry.

La Tahzan

APA KAH KAMU LELAH ,APAKAH KAMU TAKUT?????????

PARA MUJAHID BERBAHAGIALAH KALIAN YANG LULUS PEMILIHAN ALAM UNTUK SAAT INI!!!!!!!

KENAPA ???????

KERANA APA YANG KAMU LAKUKAN PADA SAAT NI ADALAH SALAH SATU BENTUK SUMBANGAN UTUK TERUS BERDA’WAH!!!!!!!!

BUAT SEMUA PARA MUJAHID YANG ALLAH AKAN MENGGANTIKAN SEMUA DENGAN SYURGA!!!!!!!!!!!!

har.jpg

SAHABAT JANGANLAH MERASA SEDIH!!!!!!!!!!

LA TAHZAN !!!!!!!!!!!!!! KERANA ALLAHUMA ANA!!!!!!!!!!!!!!!

YAKINLAH APA YANG KALIAN LAKUKAN, SEKECIL APAPUN ADALAH BERNILAI DI MATA ALLAH !!!!!!!

SEKALI LAGI APAPUN YANG KAMU LAKUKAN SAAT INI, ATAU SEDANG MEGNGAHADAPI MASALAH YANG BESAR ATAU YANG KECIL !!!!!!!!!

JANGAN PERNAH MENGATKAN BAHWA:

“ ALLAH AKU ADA MASALAH YANG BESAR!!!!!”

TETAPI KATA KANLAH BAHAWA:

“HAI MASALAH AKU ADA ALLAH YANG MAHA BESAR!!!!!!!!!!”

« Older entries
Ikut

Get every new post delivered to your Inbox.